{"id":100002835,"date":"2021-10-13T15:28:15","date_gmt":"2021-10-13T08:28:15","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/?p=100002835"},"modified":"2021-10-14T14:49:51","modified_gmt":"2021-10-14T07:49:51","slug":"cerpen-ppkm-dalam-perspektif-rakyat-kecil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/cerpen-ppkm-dalam-perspektif-rakyat-kecil\/","title":{"rendered":"Cerpen : PPKM Dalam Perspektif Rakyat Kecil"},"content":{"rendered":"<p>Karya : Aum Rumdana<\/p>\n<p>Kendaraan yang biasanya berlalu-lalang kini sudah tidak terlihat lagi. Perkampungan yang begitu ramai sekarang sepi seperti tak berpenghuni. Alunan langkah yang saling beriringan, dulu sudah biasa terdengar dikala keramaian. Namun, semuanya berubah ketika diterapkannya kebijakan yang begitu menyengsarakan. Seperti apa yang dirasakan oleh penjual pecel ayam yang hari-harinya selalu didatangi oleh pelanggan, namun sekarang sepi tak ada yang datang.<\/p>\n<p>\u201cPak pesen pecel ayamnya 2 ya, dibungkus\u201d ucap salah satu pelanggan pecel ayam tersebut.<\/p>\n<p>\u201cSiap Cup, seperti biasa kan?\u201d tanya Pak Ali kepada Ucup. Ya pelanggan itu Bernama Yusuf atau lebih akrab dipanggil Ucup.<\/p>\n<p>\u201cIya Pak\u201d jawab Ucup sambil menarik bangku untuk ia duduki.<\/p>\n<p>\u201cIni yang lain pada kemana Pak? Biasanya siang-siang gini rame aja disini\u201d tanya Ucup sambil melihat-lihat sekitar.<\/p>\n<p>\u201cYa beginilah Cup dampak dari kebijakan PPKM, yang beli juga sedikit. Ini aja baru Bu Rita sama kamu yang beli\u201d jawab Pak Ali sambil menggoreng pecel ayam pesanan ucup. Warung yang bertempat di depan desa Sukawarna, dulunya memang menjadi langganan para pekerja desa dan tukang ojek setempat.<\/p>\n<p>Sejak adanya kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau yang lebih dikenal dengan PPKM, masyarakat kecil seperti Pak Ali yang tidak mempunyai penghasilan tetap, jadi sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kebijakan dengan tujuan untuk memperkecil penularan virus corona yang semakin hari-semakin bertambah, kasusnya sampai ada yang meninggal membuat pemerintah memperketat kebijakan ini.<\/p>\n<p>\u201cIya ya Pak, tapi biasanya kan ada bantuan sosial tuh dari pemerintah. Dapet gak Pak?\u201d tanya Ucup kepada Pak Ali.<\/p>\n<p>\u201cNah iya tuh biasanya ada kan?\u201d tanya Bu Rita yang dari tadi hanya menyimak obrolah Ucup dan Pak Ali.<\/p>\n<p>\u201cMana ada Bu, Cup, saya nunggu dari bulan lalu aja gak ada kabar tuh. Ya kalo pun dapet paling Cuma beberapa bahan pokok yang gak berkualitas\u201d jawab Pak Ali dengan raut wajah yang masabodo.<\/p>\n<p>\u201cKalaupun memang ada, bentuknya bahan pokok pasti gak berkualitas, terus kalau bentuknya uang pasti dipotong\u201d jawab Bu Rita dengan antusias, karena dia sendiri pernah sekali mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.<\/p>\n<p>\u201cKalau mau bahan pokok yang berkualitas, tunggu aja saat pemilu pasti banyak yang ngasih tuh hahaha\u201d ucap Ucup sambil tertawa terbahak-bahak.<\/p>\n<p>\u201c Nah bener tuh Pak.haha\u2026 Pinter kamu Cup\u201d jawab Bu Rita, tertawa sambil memukul pundak Ucup.<br \/>Ya begitulah negeri ini. Mereka seakan rugi jika memberikan uang atau bahan pokok yang bagus kepada masyarakat kecil. Janji untuk mensejahterakan rakyat malah menyengsarakan rakyat, padahal mereka juga digaji oleh rakyat.<\/p>\n<p>\u201c Seharusnya, kalo memberlakukan kebijakan PPKM, pemerintah harus memenuhi kebutuhan rakyat kecil seperti saya ini, hidup aja Cuma bergantung pada hasil jualan, ini malah suruh diam dirumah\u201d ucap Pak Ali dengan sewot.<\/p>\n<p>\u201c Mereka sih enak diam dirumah tapi gaji tetap mengalir, lah kalo saya diam dirumah, anak istri mau makan apa? Berharap bansos yang gak jelas?\u201d lanjut Pa Ali yang mulai membungkus pesanan Bu Rita dan Ucup.<\/p>\n<p>Memang benar apa yang dikatakan Pak Ali, para pejabat yang membuat kebijakan untuk tetap dirumah, tidak khawatir dengan kebutuhan mereka, karena sudah dijamin oleh negara. Lantas, bagaimana dengan rakyat kecil yang mungkin penghasilannya saja tidak cukup untuk biaya sehari-hari, Terus sekarang diperintah untuk diam dirumah tidak bekerja.<\/p>\n<p>\u201c Sebenarnya gini loh Pak Ali, mereka yang membuat kebijakan juga ada tujuannya, mereka ingin virus corona di negeri ini semakin menurun. Kan tahu sendiri banyak orang mati terkena virus itu\u201d ucap Ucup dengan bijak.<\/p>\n<p>\u201c Ya sebenarnya saya juga mau dirumah terus, ga usah capek-capek kerja kalau kebutuhannya dijamin sama kaya mereka. Lah ini kan enggak Cup, pemerintah cuma memikirkan agar warganya tidak mati karena virus corona, tapi mereka gak mikir kalo warga juga bisa mati karena kelaparan\u201d jawab Pak Ali dengan wajah yang kesal.<\/p>\n<p>\u201c Bener tuh Pak, kita rakyat kecil kalo disuruh diam dirumah mau makan apa kalo gak kerja\u201d ujar Bu Rita sambil menerima pesanan yang diberikan Pak Ali sambil memberikan uangnya.<\/p>\n<p>\u201c Makasih ya Pak, saya pulang dulu, anak sudah nungguin, belum makan soalnya\u201d ucap Bu Rita lalu pergi meninggalkan warung Pak Ali.<\/p>\n<p>\u201c Iya Bu, sama-sama. Hati-hati Bu\u201d jawab Pak Ali.<\/p>\n<p>\u201c Bener sih Pak, seharusnya pemerintah lebih memperhatikan resiko yang akan dirasakan oleh rakyat sebelum mengeluarkan kebijakan\u201d ucap Ucup memberikan persetujuan terhadap apa yang dibicarakan oleh Pak Ali.<\/p>\n<p>\u201c Sudah lah gak bakal bisa juga kita lawan mereka. Yang ada masuk penjara. Nih punya kamu sudah jadi\u201d ucap Pak Ali sambil memberikan pesanan Ucup.<\/p>\n<p>\u201c Iya pak takut juga sama pemerintahan sekarang. Sedikit mengkritik, penjara sudah menanti. Ya sudah makasih Pak, saya pulang dulu\u201d jawab Ucup sambil memberikan uang kepada Pak Ali, lalu pergi dari tempat itu.<\/p>\n<p>\u201c Iya sama-sama. Alhamdulillah laku juga\u201d ucap pak Ali bersyukur.<br \/>Kebijakan politik yang ada di Indonesia pada dasarnya sangat baik, karena mengacu pada ideologi Pancasila dan UUD 1945. Namun, sangat disayangkan karena berbanding terbalik dengan hal itu. Pemangku kebijakan sendiri yang seharusnya menjadi tauladan yang baik malah sebaliknya.<\/p>\n<p>Semenjak pandemi Covid-19 melanda Indonesia saat itulah krisis ekonomi moneter Indonesia menurun derastis. Dibarengi dengan pemberlakuan PPKM, yang tidak memihak secara keseluruhan membuat keresahan bangsa. Nasib bumi pertiwi semakin menjadi-jadi, lalu bagaimana dengan pemerintahan yang seharusnya?.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karya : Aum Rumdana Kendaraan yang biasanya berlalu-lalang kini sudah tidak terlihat lagi. Perkampungan yang begitu ramai sekarang sepi seperti tak berpenghuni. Alunan langkah yang saling beriringan, dulu sudah biasa terdengar dikala keramaian. Namun, semuanya berubah ketika diterapkannya kebijakan yang begitu menyengsarakan. Seperti apa yang dirasakan oleh penjual pecel ayam yang hari-harinya selalu didatangi oleh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":175,"featured_media":100002836,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[44],"tags":[669],"class_list":{"0":"post-100002835","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-cerpen","8":"tag-isi-hati-rakyat-kecil-terhadap-ppkm"},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/WhatsApp-Image-2021-10-12-at-21.26.46.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100002835","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/175"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=100002835"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100002835\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":100002910,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100002835\/revisions\/100002910"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/100002836"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=100002835"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=100002835"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=100002835"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}