{"id":100000683,"date":"2021-09-15T16:16:26","date_gmt":"2021-09-15T09:16:26","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/?p=100000683"},"modified":"2021-09-15T16:16:26","modified_gmt":"2021-09-15T09:16:26","slug":"ciptakan-ekosistem-kegiatan-belajar-supaya-siswa-belajar-aktif-secara-mandiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/ciptakan-ekosistem-kegiatan-belajar-supaya-siswa-belajar-aktif-secara-mandiri\/","title":{"rendered":"Ciptakan Ekosistem Kegiatan Belajar Supaya Siswa Belajar\u00a0Aktif Secara Mandiri"},"content":{"rendered":"<p><strong>Sikap mandiri<\/strong> adalah hal penting yang perlu dimiliki setiap orang. Seseorang yang memiliki sikap mandiri mampu berpikir secara jernih, membuat keputusan berdasarkan prinsip, dan tidak bergantung pada orang lain. Idealnya, sikap ini telah dilatih sejak masih anak-anak.<\/p>\n<p>Jika tidak memiliki sikap mandiri, bisa saja seorang anak harus terus bergantung pada orang tua maupun orang di sekitarnya yang memengaruhi kemampuannya beradaptasi pada lingkungan hingga ia beranjak dewasa.<\/p>\n<p>Melatih sikap mandiri pada anak dapat dimulai dari hal-hal kecil yang terjadi sehari-hari. Seperti mulai melatih sikap anak saat kegiatan belajar sehari-hari, khususnya di tengah situasi pandemi yang masih didominasi dengan kegiatan belajar berbasis daring. Untuk melatih anak agar bisa belajar mandiri, para guru, orang tua, ataupun para pendamping siswa harus menciptakan ekosistem kegiatan belajar yang baik dan mendukung kegiatan pembelajaran secara mandiri.<\/p>\n<p>Di sela-sela lokakarya yang diadakan\u00a0Zenius\u00a0bersama guru-guru di Provinsi Sumatera Utara,\u00a0Chief of Teachers\u2019 Initiative Zenius Amanda Witdarmono\u00a0mengatakan sebagai seorang pelajar, setiap anak bisa melatih sikap mandiri ketika memiliki kesempatan untuk bereksplorasi secara luas.<\/p>\n<p>&#8220;Pembelajaran aktif akan terjadi ketika siswa tidak hanya menerima materi dari guru, namun juga melakukan usaha dan inisiatif siswa dalam menganalisis dan memecahkan masalah yang mereka temukan,\u201d ujarnya, Rabu (15\/9\/2021).<\/p>\n<p>Melalui lokakarya tersebut, Amanda menjelaskan cara-cara untuk membangun ekosistem kegiatan belajar yang mendukung pembelajaran siswa secara mandiri, yaitu:<\/p>\n<p>\u25cf\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Pemberian tugas dengan ekspektasi detail, namun luas dari segi ide<\/p>\n<p>Hal ini berarti siswa diberikan sebuah tugas dengan kriteria yang jelas, terukur, dan deskriptif dari guru\/tenaga pendidik. Misalnya, batas halaman tugas,\u00a0tools\u00a0yang perlu digunakan, ataupun syarat-syarat teknis lainnya.<\/p>\n<p>Sementara, guru perlu memberikan kesempatan bagi siswa untuk bereksplorasi dari segi ide. Tidak ada batasan akan materi yang dapat mereka buat, tidak ada arahan secara spesifik akan jawaban konkrit yang diharapkan. Hal ini memungkinkan siswa untuk bebas berkreasi, mencari tahu sendiri, bahkan memungkinkan siswa untuk menghadapi masalah tersebut dan membuat mereka untuk menjadi mandiri dengan memecahkan masalah tersebut dengan akal dan sumber daya yang dimilikinya.<\/p>\n<p>\u25cf\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Kesempatan untuk siswa bereksplorasi<\/p>\n<p>Perlu disadari bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) di tengah pandemi justru memperluas area belajar siswa. KBM tidak hanya terjadi di kelas ataupun lingkungan sekolah, namun bisa melebar hingga ke\u00a0screen time\u00a0mereka di waktu personal, saat berinteraksi dengan anggota keluarga ataupun teman-teman di lingkungan sekitar rumah, hingga saat waktu senggang mereka di rumah yang dialihkan untuk melakukan kegiatan lain yang bermanfaat.<\/p>\n<p>Menyadari hal tersebut, pembelajaran secara asinkronus (pembelajaran secara fleksibel dan tidak perlu dilakukan dalam waktu yang sama) menjadi metode yang patut dicoba. Guru dan tenaga pendidik dapat mengadakan KBM melalui\u00a0project-based learning,\u00a0yang memungkinkan siswa bergerak sesuai dengan kemampuan dan naluri kreativitasnya sendiri dalam mengerjakan tugas. Tetapi sebelum melepas siswa untuk mengerjakan tugas secara mandiri, setiap guru tetap perlu memberikan bekal utama seperti pengetahuan dasar, keterampilan, dan sikap dasar agar siswa memiliki landasan untuk mengerjakan tugas yang diberikan.<\/p>\n<p>\u25cf\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Melatih keterampilan dasar (fundamental skills)<\/p>\n<p>Keterampilan dasar\u00a0(fundamental skills)\u00a0merupakan sebuah kemampuan untuk menganalisa sebuah materi verbal maupun numerik, menarik dan memilah informasi, dan akhirnya menciptakan pola pikir yang terintegrasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah.\u00a0Fundamental skills\u00a0ala Zenius\u00a0terdiri dari 3 bagian, yaitu\u00a0verbal\u00a0dan\u00a0logic\u00a0(kemampuan untuk menganalisa dan memahami makna dari apa yang dibaca), matematika (berpikir secara konsisten, runut, dan sistematis), dan Bahasa Inggris (kemampuan untuk memahami bahasa Inggris, terlebih di dalam konteks budaya dan pemakaiannya).<\/p>\n<p>Untuk mendukung pembelajaran aktif secara mandiri, setiap siswa diharapkan untuk memiliki\u00a0fundamental skills\u00a0yang baik. Hal ini bisa dibantu oleh guru-guru dengan melatih dan memperdalam keterampilan dasar ini dalam kegiatan belajar mengajar.<\/p>\n<p>Seluruh rangkaian materi tersebut disampaikan dalam lokakarya yang berlangsung melalui Zoom dan Youtube Zenius untuk Guru (ZenRu) yang diikuti oleh lebih dari 1.300 guru dari Provinsi Sumatera Utara. Melalui acara ini, diharapkan guru-guru dapat menciptakan ekosistem kegiatan belajar yang memungkinkan siswa berproses dan melakukan eksplorasi secara aktif.<\/p>\n<p>\u201cMelatih kemampuan dasar para siswa dapat dijadikan bagian dari pembelajaran agar siswa menguasai pengetahuan, dan tidak hanya mengejar nilai di sekolah,\u201d tutup Amanda.<\/p>\n<p>Ke depannya, ZenRu akan terus menghadirkan lokakarya yang membahas seputar pengembangan kompetensi guru-guru di berbagai tingkat pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia.<\/p>\n<p><strong>(***)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sikap mandiri adalah hal penting yang perlu dimiliki setiap orang. Seseorang yang memiliki sikap mandiri mampu berpikir secara jernih, membuat keputusan berdasarkan prinsip, dan tidak bergantung pada orang lain. Idealnya, sikap ini telah dilatih sejak masih anak-anak. Jika tidak memiliki sikap mandiri, bisa saja seorang anak harus terus bergantung pada orang tua maupun orang di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":100000684,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[144],"class_list":{"0":"post-100000683","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-uncategorized","8":"tag-ekosistem-belajar"},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Foto-3.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100000683","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=100000683"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100000683\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":100000685,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100000683\/revisions\/100000685"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/100000684"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=100000683"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=100000683"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=100000683"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}