Beranda Kesehatan Banten Catat 3.999 Suspek Campak, Pemprov Terapkan Prosedur KLB

Banten Catat 3.999 Suspek Campak, Pemprov Terapkan Prosedur KLB

Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti. (Audindra/bantennews)

SERANG– Dinas Kesehatan Provinsi Banten mencatat, sampai pekan ke-11 tahun 2026, jumlah suspek campak di Banten telah mencapai 3.999 orang yang tersebar di seluruh kabupaten kota. Meskipun belum ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), penanganannya sudah dilakukan dengan prosedur KLB.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten, Ati Pramudji Hastuti, mengatakan peningkatan kasus terjadi signifikan, terutama di wilayah Tangerang Raya. Kota Tangerang Selatan mencatat jumlah tertinggi dengan 1.022 kasus suspek, diikuti Kabupaten Tangerang 799 kasus, dan Kota Tangerang 249 kasus.

“Pandeglang 523 kasus, Kabupaten Serang 443 kasus, Kota Serang 401 kasus dan Kota Cilegon 245 kasus,” kata Ati, Senin (6/4/2026).

Menurut Ati, meskipun status KLB belum ditetapkan, penanganan kasus sudah dilakukan dengan mekanisme KLB karena lonjakan yang hampir tiga kali lipat.

“Kita memang tidak menyatakan KLB, tetapi karena statusnya meningkat hampir tiga kali lipat dari kasus yang ada, maka kita lakukan mekanisme seperti kejadian luar biasa itu,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi Banten akan menggelar program Outbreak Response Immunization (ORI) atau vaksinasi massal. Program ini menyasar seluruh kelompok tanpa mempertimbangkan riwayat imunisasi sebelumnya.

“ORI itu adalah vaksinasi campak tanpa mengenal apakah dia sudah atau belum diimunisasi, diimunisasi semua secara massal,” jelasnya.

Pelaksanaan ORI diprioritaskan di enam kabupaten/kota. Sementara itu, Kota Cilegon dan Kabupaten Lebak tidak termasuk karena telah lebih dahulu melaksanakan program serupa. Meski demikian, imunisasi kejar tetap dilakukan bagi warga yang belum lengkap.

“Petugas akan melakukan sistem jemput bola di Puskesmas, Posyandu, hingga lingkungan warga,” tegasnya.

Ati mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh campak. Meski dapat sembuh dengan sendirinya, penyakit ini berisiko menimbulkan komplikasi serius, terutama bagi mereka dengan kondisi tubuh lemah atau belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Baca Juga :  Dinkes Banten Gencar Sosialisasi PTM, Kadinkes: Supaya Bisa Langsung Sampai ke Masyarakat

“Kalau daya tahan tubuhnya tidak baik terus kita lengah, maka dia akan komplikasinya banyak gitu. Komplikasi ke paru, ke jantung, ke otak, saraf otak kita gitu,” ujarnya.

Program vaksinasi massal ini terutama menyasar anak-anak dan siswa sekolah dasar yang dinilai paling rentan terhadap penularan. Pemerintah berharap partisipasi aktif masyarakat dapat membantu memutus rantai penyebaran campak di Banten.

“Masyarakat diharapkan berperan aktif menyukseskan program vaksinasi ini guna memutus rantai penyebaran campak di Banten,” tandasnya.

Penulis: Audindra Kusuma
Editor: TB Ahmad Fauzi