Beranda Hukum Banten Bersih Catat Objek Korupsi Kesehatan

Banten Bersih Catat Objek Korupsi Kesehatan

SERANG – Korupsi di sektor kesehatan sangat mengkhawatirkan. Selain menghalangi hak dasar juga membahayakan keselamatan nyawa.

Setidaknya, ada 10 objek korupsi di sektor kesehatan. Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Banten Bersih, Gufroni dalam acara dialog publik Sakitnya Korupsi Kesehatan di Kota Serang, Banten, Kamis (22/11/2018).

Objek korupsi tersebut mulai dari korupsi dana alat kesehatan, dana jaminan kesehatan, infrastuktur rumah sakit baik di tingkat rumah sakit dan puskemsas, dana obat-obatan, sarana prasarna rumah sakit dan puskesmas dan dana alat kontrasepsi, dana operasional dan lahan rumah sakit dan puskesmas.

“Yang paling umum itu soal mark up atau pengelembungan harga, penyalahgunaan, dan penggelapan,” kata Gufroni dalam dialog publik.

Di Banten, menurut catatannya, sepanjang 2010-2018 ada 11 kasus korupsi di sektor kesehatan dengan melibatkan 24 orang tersangka dengan nilai kerugian negara Rp112 miliar. Pada 2006, ada kasus dugaan korupsi di RSUD Balaraja dan baru disidik tahun 2010.

Kemudian kasus alkes Banten tahun 2010-2012. Ada juga kasus puskemsas di Tangsel 2011 disidik tahun 2014. “Penyelewengan dana di RSUD Cilegon, kasus korupsi Jamkesmas di Rumah Sakit Ajidarmo Rangkasbitung tahun 2008,” jelasnya.

Selain itu, ada kasus alkes kedokteran di RSUD Tangerang Selatan. Pembangunan puskesmas di Tangsel yang melibatkan politisi asal Golkar Desy Yusandi. Juga korupsi pembangunan puskemas Pamarayan, Kabupaten Serang.

“Di RSUD Banten juga ada korupsi dana Jasa Pelayanan (Jaspel), serta korupsi genset,” kata dia.

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Ade Irawan menyatakan, sektor kesehatan menjadi sektor dalam lima besar paling banyak dikorupsi. “Yang paling banyak ditangani oleh APH (aparat penegak hukum) di dinas kesehatan, rumah sakit,” ujar Ade.

Dua item yang paling sering dikorupsi menurut Ade yakni alat kesehatan dan obat. “Dua bagian di kesehatan paling rawan dikorupsi.”

Dalam acara tersebut hadir pula dari Inspektorat Banten, Dinas Kesehatan Banten dan BPJS wilayah Serang. (You/Red)