Beranda Bisnis Bank Banten Tembus Aset Rp10 Triliun, Bidik Laba Rp75 Miliar pada 2026

Bank Banten Tembus Aset Rp10 Triliun, Bidik Laba Rp75 Miliar pada 2026

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose, Selasa (28/4/2026).

SERANG — Bank Banten mencatat lonjakan kinerja keuangan sepanjang tahun buku 2025 dengan total aset menembus Rp10 triliun. Berbekal capaian tersebut, manajemen optimistis membidik laba bersih sebesar Rp75 miliar pada 2026.

Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, mengungkapkan bahwa pertumbuhan kinerja sepanjang 2025 terjadi merata di seluruh lini bisnis, dengan rata-rata peningkatan di atas 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan, total aset Bank Banten kini melampaui Rp10 triliun. Penyaluran kredit tercatat sebesar Rp5,07 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp6,42 triliun. Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (gross NPL) juga menunjukkan perbaikan signifikan dan berhasil ditekan di bawah 5 persen.

Busthami menjelaskan, peningkatan kinerja tersebut tidak lepas dari kepercayaan pemerintah daerah yang menempatkan pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) di Bank Banten. Hal ini turut mendorong pertumbuhan kredit, khususnya bagi ASN dan PPPK.

“Keikutsertaan kabupaten dan kota dalam pengelolaan RKUD memberikan dampak langsung terhadap kinerja, terutama pada penyaluran kredit,” ujarnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose, Selasa (28/4/2026).

Memasuki 2026, Bank Banten menargetkan pertumbuhan lebih agresif seiring bertambahnya kerja sama RKUD dengan berbagai daerah. Perseroan memproyeksikan potensi tambahan penyaluran kredit mendekati Rp3 triliun.

“Sesuai rencana bisnis 2026, kami menargetkan laba bersih Rp75 miliar, bahkan berupaya melampaui angka tersebut,” tegasnya.

Untuk mencapai target tersebut, Bank Banten menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari akselerasi transformasi digital, pengembangan produk dan layanan berbasis teknologi, hingga efisiensi operasional melalui perbaikan proses bisnis dan pengelolaan biaya yang lebih ketat. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi fokus utama.

Baca Juga :  Pengusaha Italia Tetarik Rumput Laut Asal Mauk Kabupaten Tangerang

“Dengan penguatan sinergi daerah dan transformasi digital, kami berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Banten,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan, menekankan pentingnya peran Bank Banten sebagai penggerak ekonomi daerah. Ia menyebut capaian 2025 sebagai langkah positif yang perlu terus ditingkatkan.

“Saat ini sudah ada empat daerah Lebak, Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Serang yang bergabung dalam RKUD. Ke depan, kami akan mendorong lebih banyak daerah untuk berkontribusi,” ujarnya.

Penulis: Ade Faturohman

Editor: Usman Temposo u