Beranda Peristiwa Banjir Terjang 6 Daerah di Banten Pasca Hujan Tiga Hari

Banjir Terjang 6 Daerah di Banten Pasca Hujan Tiga Hari

Petugas mengevakuasi korban banjir di Kota Cilegon

SERANG – Banjir melanda enam kabupaten dan kota di Provinsi Banten selama periode 6–8 Maret 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah tersebut selama tiga hari terakhir memicu luapan sungai dan merendam permukiman warga.

Kepala BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, mengatakan berdasarkan data sementara hingga Minggu, 8 Maret 2026, banjir tercatat terjadi di Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Cilegon, Kota Serang, dan Kabupaten Serang.

“Banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi hampir merata di sejumlah wilayah Banten dalam beberapa hari terakhir,” kata Lutfi, Minggu (8/3/2026).

Di Kota Tangerang Selatan, banjir dilaporkan terjadi di sejumlah titik di Kecamatan Ciputat Timur, Pondok Aren, dan Pamulang. Genangan air di kawasan permukiman warga berkisar antara 25 hingga 90 sentimeter. Beberapa akses jalan lingkungan sempat terendam sehingga mengganggu aktivitas warga.

Sementara itu, di Kota Tangerang, banjir merendam wilayah Ciledug, Cipondoh, Benda, Cibodas, Periuk, Karang Tengah, Jatiuwung, Pinang, Larangan, dan Karawaci. Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan sekitar 30 hingga 80 sentimeter, bahkan sempat mencapai hampir 1 meter di kawasan permukiman padat.

Di Kabupaten Tangerang, genangan terjadi di sejumlah kecamatan seperti Tigaraksa, Rajeg, Pasar Kemis, Sepatan, Sepatan Timur, Kresek, Sindang Jaya, Kelapa Dua, Curug, Kronjo, Sukamulya, dan Mekar Baru. Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 60 sentimeter akibat luapan drainase dan sungai setelah hujan deras.

Banjir juga terjadi di Kota Cilegon, tepatnya di Kecamatan Cibeber, Purwakarta, dan Grogol. Ribuan rumah warga dilaporkan terdampak dengan genangan air sekitar 30 hingga 50 sentimeter, bahkan lebih di beberapa kawasan perumahan.

Di Kota Serang, banjir terjadi di beberapa kawasan seperti Kecamatan Cipocok Jaya, Kasemen, dan Serang. Genangan air dilaporkan mencapai sekitar 30 hingga 60 sentimeter dan sempat merendam jalan lingkungan serta permukiman warga.

Baca Juga :  Sukses Tes CPNS, Nih Bocoran Soalnya

Adapun di Kabupaten Serang, banjir tercatat terjadi di sejumlah wilayah seperti Kecamatan Cinangka, Jawilan, Pamarayan, Tunjung Teja, dan Bojonegara. Air merendam permukiman warga dengan ketinggian sekitar 40 hingga 70 sentimeter, terutama di wilayah yang berada dekat aliran sungai dan pesisir.

Lutfi menjelaskan, BPBD Provinsi Banten bersama BPBD kabupaten dan kota masih terus melakukan pendataan dampak banjir, termasuk jumlah rumah terdampak, fasilitas umum yang terendam, hingga warga yang harus mengungsi.

“Pendataan masih terus dilakukan karena di beberapa wilayah genangan masih terjadi,” ujarnya.

BPBD juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan karena curah hujan di wilayah Banten masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan.

“Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir agar tetap siaga dan segera melapor kepada petugas jika terjadi kondisi darurat,” kata Lutfi.

Penulis: Audindra Kusuma
Editor: Usman Temposo