Beranda Peristiwa Banjir Tak Kunjung Surut, Warga Kroya Kasemen Pilih Bertahan dan ‘Ngeronda’

Banjir Tak Kunjung Surut, Warga Kroya Kasemen Pilih Bertahan dan ‘Ngeronda’

Warga Kroya Kita Serang menyuauri genagan banjir. (Adef/bantennews)

SERANG – Hujan yang turun tanpa henti sejak malam hari mengubah Lingkungan Kroya, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, menjadi lautan air.

Hingga Sabtu (3/1/2026), banjir belum juga surut. Di balik genangan setinggi lutut tersimpan kisah kegelisahan warga yang terpaksa bertahan di rumah maupun mengungsi demi keselamatan keluarga.

Sawiyah (55), warga Lingkungan Kroya, mengaku air mulai masuk ke dalam rumah sejak malam hari. Bersama anaknya, ia memilih bertahan meski semalaman tak bisa memejamkan mata.

“Air masuk dari malam. Saya bertahan di rumah sama anak, nggak tidur karena hujan terus,” tutur Sawiyah dengan suara lelah.

Beruntung, sebagian besar perabot rumah tangganya masih bisa diselamatkan. Namun kekhawatiran tetap menghantui, terutama jika hujan kembali turun deras.

Menurutnya, banjir kali ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. “Tahun kemarin nggak begini. Sekarang hujan sebentar saja langsung banjir. Katanya karena kali mati,” ujarnya.

Cerita serupa datang dari Rajum, warga Kroya Indah RT 08 RW 02. Air mulai merendam kawasan tersebut sejak pukul 18.00 WIB. “Banjir dari jam enam sore. Baru kali ini banjir,” katanya singkat.

Sementara itu, Dede Sumiati harus meninggalkan rumahnya demi keselamatan. Ia mengungsi ke rumah orang tua setelah sebelumnya sempat bertahan di Masjid Kroya Lama dan sekolah.

“Seumur-umur baru tahun ini ngalamin banjir,” ungkapnya.

Luapan air sungai yang tak mengalir normal membuat ketinggian air mencapai 60 hingga 80 sentimeter.

Subandi, warga Kroya Indah RT 08 RW 02, mengatakan sebagian warga memilih mengungsi karena kondisi rumah sudah tidak memungkinkan untuk ditempati.

“Kalau di dalam rumah sudah nggak bisa. Air belum surut,” katanya.

Ia menyebut sebagian perabot dinaikkan ke tempat yang lebih tinggi, sementara sisanya terpaksa dibiarkan.

Baca Juga :  RAPBD 2026 Kota Serang Defisit Rp44 Miliar Lebih

“Selama 15 tahun tinggal di sini, baru tahun ini banjir separah ini,” ucap Subandi.

Hal senada disampaikan Madsari, yang telah menetap di kawasan tersebut selama 30 tahun. Ia mengaku semalaman tak tidur, berjaga khawatir air kembali naik. “Saya ngeronda saja. Takut air naik lagi,” katanya.

Menurutnya banjir yang tak kunjung surut ini bukan sekadar genangan air, tetapi juga meninggalkan rasa cemas dan kelelahan bagi warga Kroya. Ia berharap, hujan segera reda dan aliran sungai kembali normal, agar kehidupan bisa kembali normal.

Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd