CILEGON – Tiga kecamatan di Kota Cilegon terendam banjir setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Sebanyak 1.041 Kepala Keluarga (KK) atau 2.357 jiwa terdampak, dengan lebih dari 1.044 rumah terendam di Kecamatan Cibeber, Purwakarta, dan Grogol.
Banjir terjadi hampir bersamaan pada Sabtu (7/3/2026) malam. Hujan deras, drainase yang menyempit, serta bangunan liar di sekitar saluran air diduga menjadi penyebab utama meluapnya air ke permukiman warga.
Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Zilyasri, menjelaskan beberapa lokasi yang terdampak banjir di tiga kecamatan tersebut.
“Kecamatan Cibeber di PCI Blok D. Kecamatan Purwakarta di Kelurahan Kotabumi, Perumahan Metro, dan Sumampir yang masih dalam tahap pendataan. Sementara Kecamatan Grogol berada di Tegal Wangi Kruwuk, Lingkungan Waseh, dan Lingkungan Masigit,” ujarnya kepada BantenNews.co.id, Minggu (8/3/2026).
Zilyasri mengungkapkan, dari total warga terdampak, sebanyak 175 jiwa dari Perumahan Metro dan Tegal Wangi Kruwuk telah dievakuasi oleh petugas ke lokasi yang lebih aman.
“Banjir ini tidak hanya menggenangi rumah warga, tetapi juga memutus akses jalan. Selain itu, banyak peralatan elektronik milik masyarakat rusak dan aliran listrik terpaksa diputus demi keselamatan,” ungkapnya.
Meski BPBD Kota Cilegon telah merinci jumlah korban dan lokasi terdampak, pihaknya tidak menutup kemungkinan masih ada wilayah lain yang mengalami banjir dan masih dalam proses pendataan.
Penulis: Maulana
Editor: Usman Temposo
