PANDEGLANG – Puluhan kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Kabupaten Pandeglang, hingga saat ini memilih bertahan hidup di lokasi pengungsian.
Mereka terpaksa mengungsi karena ketinggian air yang masuk ke pemukiman warga sudah di atas batas normal.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan mengatakan, kondisi air sungai yang meluap ke pemukiman warga ditambah dengan pasang surut air laut membuat banjir semakin parah.
Hal itu membuat warga di Kecamatan Patia, Pagelaran dan Sobang harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Jadi kemarin sore air sudah semakin naik karena ada banjir rob karena pasang air laut, kemudian beberapa warga ada yang pindah sementara ke tempat yang lebih tinggi. Untuk di kecamatan Pagelaran salah satu titik pengungsian ada di majlis taklim di Pasar Pagelaran,” kata Riza, Selasa (13/1/2026).
Lebih lanjut, diungkapkan Riza, di beberapa kecamatan kondisi banjir sudah mulai surut. Namun, di Patia dan Pagelaran kondisi air masih cukup tinggi, sehingga warga masih bertahan di pengungsian untuk sementara.
“Kalau yang banjirnya lumayan tinggi itu di Kecamatan Pagelaran dan Patia ya. Untuk Sobang semalam ada yang pindah sementara juga ke Mesjid cuman tadi malam sampai pukul 00.00 WIB,” ucapnya.
“Air sudah mulai surut, cuma saya belum nanya lagi ke tim yang di Sobang. Tapi kalau kecamatan lain seperti Kecamatan Sumur tadi malam sudah surut total laporan dari anggota,” sambungnya.
Ia membeberkan, jumlah sementara warga yang mengungsi di Kecamatan Pagelaran dan Patia ada sebanyak 60 KK yang tersebar di 3 titik pengungsian. Kebanyakan, para pengungsi tinggal di fasilitas umum seperti mesjid atau majelis taklim.
“Mereka mengungsi karena banjir rob juga. Kalau di Pagelaran dan Patia itu ada sekitar 60 kepala keluarga, kalau Sobang nanti saya lihat dulu jumlahnya. (Lokasi pengungsian) Kalau di Pagelaran dan Patia itu ada di Kampung Ciamis, Sukadame dan Bojong Kondang,” terangnya.
Selain memantu kondisi banjir, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang untuk mendirikan dapur umum bagi para pengungsi.
“Kami sudah mendirikan dapur sementara di Kecamatan Patia dan Pagelaran, ada 3 dapur,” tutupnya.
Penulis : Memed
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
