Beranda Peristiwa Banjir Masih Melanda Puluhan Desa di Kabupaten Serang

Banjir Masih Melanda Puluhan Desa di Kabupaten Serang

Evakuasi warga terdampak banjir di Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang. (Istimewa)

KAB. SERANG – Bencana banjir masih melanda puluhan desa yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Serang, Kamis (15/1/2026).

Berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang per pukul 20.00 WIB, bencana hidrometeorologi terjadi sejak 12 hingga 15 Januari 2026. Tercatat sebanyak 46 desa di 18 kecamatan terdampak banjir.

Adapun kecamatan yang terdampak banjir meliputi Padarincang, Cinangka, Kibin, Ciruas, Kramatwatu, Kragilan, Anyer, Bandung, Cikande, Pontang, Tirtayasa, Kopo, Cikeusal, Jawilan, Tunjung Teja, Lebakwangi, Binuang, dan Carenang.

Selain banjir, peristiwa pohon tumbang akibat hujan deras dan angin kencang terjadi di Kecamatan Anyer dan Cinangka. Sementara pergerakan tanah dilaporkan terjadi di Kecamatan Mancak dan Cikeusal.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berlangsung dalam kurun waktu satu hari disertai angin kencang memicu terjadinya banjir, angin kencang, dan pergerakan tanah di sejumlah wilayah Kabupaten Serang. Bencana tersebut berdampak langsung pada permukiman warga.

“Sebanyak 6.257 kepala keluarga atau 21.304 jiwa terdampak banjir. Namun, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa,” ujar Ajat.

Ia merinci, rumah warga yang terdampak banjir sebanyak 5.612 unit, sementara fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos/fasum) yang terdampak sebanyak 11 unit. Untuk kejadian longsor, terdapat 43 unit rumah dan satu fasos/fasum yang terdampak, sedangkan angin kencang merusak tiga unit rumah.

BPBD Kabupaten Serang terus melakukan upaya penanganan, salah satunya dengan terjun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi di lokasi terdampak.

“Tim gabungan dari BPBD dan PMI Kabupaten Serang serta Provinsi Banten melakukan evakuasi warga terdampak banjir di Desa Cakung, Kecamatan Binuang, menggunakan perahu,” jelas Ajat.

Baca Juga :  Diduga Mesum, Sejoli Kepergok Berduaan di Toilet Resto Ciputat Kota Tangsel

Berdasarkan informasi di lapangan, sebagian warga terdampak memilih melakukan evakuasi mandiri ke rumah sanak saudara atau ke lokasi yang lebih aman.

Adapun wilayah yang hingga kini masih tergenang banjir antara lain Desa Bumijaya, Kecamatan Ciruas, dengan ketinggian air 5–10 sentimeter. Desa Karang Suraga dan Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka, tergenang dengan ketinggian air 20–40 sentimeter.

Di Desa Ketos, Kecamatan Kibin, ketinggian banjir berkisar 10–30 sentimeter. Sementara di Perumahan BNL, Desa Nagara, Kecamatan Kibin, ketinggian air mencapai 50–60 sentimeter.

Genangan juga terjadi di Kampung Nambo Buyuk, Desa Gabus, Kecamatan Kopo, dengan ketinggian 7–10 sentimeter. Di Desa Carenang Udik, Kecamatan Carenang, banjir setinggi 50 sentimeter menggenangi akses jalan warga.

Sementara itu, di Desa Cakung, Kecamatan Binuang, ketinggian air mencapai 30–70 sentimeter. Kondisi terparah terjadi di Desa Songgom Jaya, Kecamatan Cikande, dengan ketinggian air mencapai 1 meter.

Banjir yang melanda Kabupaten Serang dalam empat hari terakhir disebabkan oleh curah hujan tinggi yang memicu meluapnya sejumlah sungai, di antaranya Sungai Ciwaka, Cikalumpang, Cidurian, Ciujung, Sumur Gede, serta Rawa Danau yang berada di beberapa kecamatan.

Penulis: Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor: Usman Temposo