
KAB. SERANG – Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Serang sejak Jumat (6/3) hingga Sabtu (7/3/2026) memicu banjir di sejumlah wilayah. Sebanyak empat desa di empat kecamatan terendam luapan sungai, mengakibatkan akses jalan terputus dan ratusan warga terdampak.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, wilayah terdampak meliputi Kecamatan Jawilan, Cinangka, Tunjungteja, dan Pamarayan.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengungkapkan sedikitnya 152 unit rumah dan satu pondok pesantren, yakni Ponpes Rohudotul Muttaqin, ikut terendam banjir. Secara keseluruhan terdapat 160 kepala keluarga (KK) atau sekitar 489 jiwa yang terdampak cuaca ekstrem tersebut.
“Kondisi paling tinggi terpantau di Desa Pasirbuyut, Kecamatan Jawilan. Ketinggian air yang menggenangi akses jalan mencapai 50 hingga 60 sentimeter,” ujar Ajat Sudrajat dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026) malam.
Selain di Jawilan, genangan air juga terjadi di Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka. Di wilayah tersebut, air bahkan masuk ke dalam rumah warga dengan ketinggian yang bervariasi.
Sementara itu, di Desa Pamarayan serta Desa Kemuning, Kecamatan Tunjungteja, banjir lebih banyak melumpuhkan akses jalan utama desa dengan ketinggian air berkisar antara 20 hingga 45 sentimeter.
Upaya Penanganan dan Kendala
Meski air masih menggenangi sejumlah titik, Ajat menyebut hingga saat ini warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing dan belum ada yang mengungsi ke posko darurat.
BPBD Kabupaten Serang telah menerjunkan personel ke lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan pemantauan serta koordinasi di lapangan.
Namun demikian, Ajat mengakui terdapat sejumlah kendala dalam penanganan banjir, terutama terkait keterbatasan sarana prasarana dan stok logistik.
“Kami saat ini sangat membutuhkan tambahan alat penyedot air (alkon), perahu karet, obat-obatan, serta kebutuhan dasar seperti makanan siap saji dan perlengkapan bayi untuk dikirim ke lokasi terdampak,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai agar tetap meningkatkan kewaspadaan.
“Kami minta warga terus siaga. Segera lakukan evakuasi mandiri jika melihat tren kenaikan tinggi muka air (TMA) yang signifikan,” tegasnya.
Penulis: Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor: Usman Temposo