CILEGON – Polda Banten melaporkan perkembangan situasi banjir di Cilegon, Banten, pada Minggu (8/3) pukul 14.00 WIB. Berdasarkan laporan dari lapangan, genangan air di sejumlah titik yang sebelumnya terdampak banjir kini mulai berangsur surut.
Kabidhumas Polda Banten Maruli Ahiles Hutapea menjelaskan beberapa wilayah di Kota Cilegon sempat terdampak banjir dengan ketinggian air yang bervariasi.
“Berdasarkan data di lapangan, beberapa titik yang sempat terdampak banjir di antaranya di Link Sambirata RT 05 RW 05, Kelurahan Cibeber dengan ketinggian air awal mencapai 70 sentimeter. Namun saat ini debit air telah mengalami penurunan dan tersisa sekitar 20 sentimeter,” jelas Maruli.
Ia menambahkan, di wilayah PCI Blok D RW 04 dan RW 05, genangan air yang sebelumnya mencapai sekitar 60 sentimeter kini telah surut sepenuhnya. Begitu pula di Perum Praja Mandiri RT 03 RW 12 yang sebelumnya tergenang setinggi 30 sentimeter, saat ini air telah menyusut total.
“Sementara itu di Link Cibeber Barat RW 01 dan RW 02, ketinggian air yang sebelumnya mencapai sekitar 20 sentimeter juga dilaporkan telah surut sepenuhnya,” lanjutnya.
Maruli menuturkan, pihak kepolisian langsung turun ke lokasi untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir. Personel Polda Banten bersama jajaran Polres Cilegon melakukan berbagai langkah penanganan, termasuk membantu proses evakuasi warga serta memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
“Personel melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan bantuan serta memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak. Kami juga terus melakukan pemantauan di sejumlah titik guna memastikan kondisi air benar-benar surut dan situasi tetap aman serta terkendali,” katanya.
Selain itu, Polda Banten memastikan layanan Call Center 110 tetap siaga selama 24 jam sebagai sarana pengaduan cepat bagi masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam maupun situasi darurat lainnya.
“Polda Banten berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat dan responsif kepada masyarakat. Setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti secara profesional dan terkoordinasi,” tutup Maruli.
