KAB. SERANG – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Serang akibat cuaca ekstrem sejak 6 Maret 2026 mulai berangsur surut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat kondisi air di sebagian besar titik terdampak kini mulai menurun.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat mengatakan tim di lapangan terus memantau perkembangan banjir yang sebelumnya merendam puluhan desa.
“Secara umum kondisi banjir saat ini mulai berangsur surut. Tinggi muka air di beberapa wilayah sudah kondusif, meskipun di sejumlah titik masih terdapat genangan,” kata Ajat, Kamis (12/3/2026).
Sementara itu, BPBD mencatat bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak 6 hingga 12 Maret 2026 berdampak di 34 desa yang tersebar di 14 kecamatan.
Bencana tersebut meliputi banjir, pergerakan tanah, serta pohon tumbang yang dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan luapan sungai.
Akibat kejadian itu, 3.652 kepala keluarga atau 10.892 jiwa terdampak. Banjir juga merendam 3.259 rumah serta sejumlah fasilitas umum seperti dua masjid dan satu sekolah dasar. Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Saat ini genangan air di beberapa wilayah masih bervariasi. Di Desa Penggalang, Kecamatan Ciruas, tinggi air berkisar 30–40 sentimeter, sementara di Desa Tenjoayu, Kecamatan Tanara, sekitar 10–30 sentimeter.
Ajat menambahkan, sebagian besar warga masih bertahan di rumah masing-masing karena kondisi banjir mulai membaik.
“Tim BPBD bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan, pendataan, serta koordinasi untuk penanganan di wilayah terdampak,” ujarnya.
Meski kondisi mulai membaik, BPBD tetap mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi hujan dan angin kencang yang masih berpeluang terjadi di wilayah Kabupaten Serang berdasarkan prakiraan BMKG.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah
