Beranda Peristiwa Banjir Belum Surut, 201 KK di Kabupaten Serang Masih Mengungsi

Banjir Belum Surut, 201 KK di Kabupaten Serang Masih Mengungsi

Salah satu pemukiman warga di Kabupaten Serang masih tergenang banjir. (Istimewa)

KAB. SERANG – Sebanyak 201 kepala keluarga (KK) atau 869 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Serang, hingga kini masih bertahan di lokasi pengungsian.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Senin (2/2/2026), bencana banjir melanda 66 desa yang tersebar di 24 kecamatan. Untuk pohon tumbang berada di 25 desa di 12 kecamatan.

Sedangkan bencana longsor atau pergerakan tanah di 16 desa yang tersebar di 9 kecamatan.

Warga yang terdampak bencana hidrometeorologi sejak 2 Januari hingga saat ini mencapai 11.956 KK. Adapun rinciannya, 39.578 orang dewasa, 1.367 lansia, 2.884 balita, 1.721 anak-anak, 63 ibu hamil dan menyusui, 1 orang meninggal.

Total warga yang mengungsi sejak bencana terjadi mencapai 1.122 KK atau 3.957 jiwa. Adapun rinciannya saat ini, total pengungsi yang sudah kembali ke rumah sebanyak 922 KK atau 3.008 jiwa, sedangkan yang masih bertahan sebanyak 202 KK atau 875 jiwa.

Total rumah terdampak banjir mencapai 9.948 rumah, dua unit di antaranya rusak berat.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat mengatakan sebanyak 3.957 jiwa warga mengungsi pasca bencana banjir melanda puluhan desa sejak awal Januari 2026.

Dari total tersebut, 922 KK atau 3.008 jiwa sudah kembali ke rumah, sedangkan yang masih bertahan di lokasi pengungsian sebanyak 202 KK atau 875 jiwa.

“Warga yang masih di pengungsian tersebar di tiga kecamatan, yaitu di Binuang, Carenang dan Tanara,” kata Ajat.

Lebih lanjut, Ajat menuturkan, untuk titik pengungsi banjir di Kecamatan Carenang berada di Perum Grand Mekarsari. Di mana terdapat 82 KK atau 368 jiwa.

Kecamatan Binuang, terdapat dua titik pengungsian berada di Desa Cakung, yakni Kampung Kuranji dengan jumlah pengungsi sebanhak 29 KK atau 149 jiwa dan Kampung Kawaran dengan total pengungsi sebanyak 10 KK atau 25 jiwa.

Baca Juga :  Warga Perumahan Rakata Cilegon Jadi Korban Ganjal ATM, Uang Rp51 Juta Raib

“Di Kecamatan Tanara itu ada dua titik pengungsian yakni di Kampung Sukamaju dan Kemuludan dengan total pengungsi sebanyak 80 KK atau 329 jiwa,” tutur Ajat.

Ajat mengaku, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang terus berupaya melakukan penanganan banjir.

“Pemantauan di lokasi banjir masih kami lakukan. Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait. Kami juga menyalurkan bantuan untuk pemenuhan dasar warga terdampak banjir,” ucapnya.

Selain itu, kata Ajat, pihaknya juga menurunkan alat penyedot air atau alkon ke Kecamatab Binuang.

“Sudah dikirim pada Minggu (1/2/2026). Dan sudah digunakan,” katanya.

Ajat mengungkapkan, banjir yang terjadi disebabkan hujan dengan intensitas sedang, lebat hingga tinggi disertai angin kencang.

“Kondisi itu memicu luapan sungai sehingga mengakibatkan kejadian banjir, angin kencang, pergerakan tanah di beberapa wilayah Kabupaten Serang,” ungkapnya.

Ajat juga mengimbau, masyarakat untuk tetap waspada. Hal itu mengingat berdasarkan prediksi BMKG hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih akan terjadi.

“Kondisi itu juga dapat meluas ke wilayah Pandeglang, Lebak, dan Kota Serang,” ujarnya.

Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah