KAB. SERANG – Kampung Sukamaju, Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, dalam tiga hari terakhir masih terendam banjir. Banjir terjadi akibat luapan Sungai Cikalumpang yang dipicu hujan deras dalam beberapa hari terakhir.
Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke SDN Sukamaju setelah ketinggian air sempat mencapai dada orang dewasa.
Pantauan BantenNews.co.id di lokasi, derasnya arus banjir membuat warga berinisiatif memasang tali di tembok rumah sebagai pegangan agar dapat berpegangan saat berjalan tanpa terbawa arus.
Salah satu warga, Jubaedin, mengatakan banjir sebenarnya sudah terjadi sejak Jumat (12/12/2025) lalu.
Namun, saat itu ketinggian air masih sebatas mata kaki. Dari empat rukun tetangga (RT) yang ada di wilayah tersebut, RT 24, 25, dan 26 menjadi kawasan paling terdampak.
Saat ini, ketinggian banjir masih bertahan di kisaran pinggang orang dewasa.
“Tahun ini kedua paling besar, terakhir besar gini bulan puasa kemarin,” kata Jubaedin.
Ketua RT 24, Aripin, menyebutkan bahwa warga telah menerima bantuan dari BPBD Kabupaten Serang, BPBD Provinsi Banten, relawan, Polda Banten, serta BNPB.
Warga yang mengungsi di SDN Sukamaju terpaksa tidur beralaskan terpal di ruang-ruang kelas. Mereka menerima bantuan makanan berupa roti dan mi instan. Pada hari ini, Polda Banten juga membuka dapur umum tidak jauh dari sekolah tersebut.
“Kalau di sini ga hujan juga tapi di Mandalawangi, Pandeglang hujan ya di sini juga naik lagi (banjir),” ujarnya.
Personel BPBD Kabupaten Serang, Aji mengatakan berdasarkan pendataan sejauh ini total ada sekitar 301 KK di Kampung Sukamaju. Para warga yang terdampak diberi bantuan makanan dan perahu karet.
“Bantuan yang sudah disalurkan logistik dan perahu karet tapi itu sifatnya pinjaman saja sampai banjir surut,” ujarnya.
Penulis : Audindra Kusuma
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
