Beranda Bisnis Bangkitkan UMKM Opak Khas Lebak, Mahasiswa KKN UIN SMH Banten Gelar Seminar...

Bangkitkan UMKM Opak Khas Lebak, Mahasiswa KKN UIN SMH Banten Gelar Seminar Digital Marketing

Para Perajin Opak di Kampung Pangerenan, Desa Binong, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak ikuti Seminar dan Workshop pemanfaatan media sosial dalam pengembangan pemasaran UMKM opak pada Minggu (14/8/2022). Foto: Sandi/BantenNews.co.id

LEBAK – Opak, camilan seperti kerupuk dengan berbahan dasar singkong ini banyak digemari masyarakat Indonesia. Salah satu perajin opak di Banten berada di Kampung Pangerenan, Desa Binong, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak.

Para warga di daerah tersebut, mayoritas adalah pembuat opak dan biasanya mereka memasarkan hasil produknya ke setiap kampung. Namun, pemasaran yang masih menggunakan cara tradisional itu dinilai kurang efektif untuk menbuat opak dari Kabupaten Lebak dapat dikenal.

Melihat persoalan tersebut, Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH Banten) Kelompok 149 yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah itu menggelar seminar dan workshop yakni pemanfaatan media sosial dalam pengembangan pemasaran UMKM opak yang berlangsung pada Minggu (14/8/2022).

Ketua KKN Kelompok 149, Miftahul Rizki, mengatakan, tujuan dari workshop tersebut adalah untuk mencari jalan keluar untuk mengatasi permasalahan yang dikeluhkan para pelaku usaha diantaranya kesulitan dalam meningkatkan dan memasarkan produknya.

“Untuk itu maka workshop ini menggandeng warga para perajin opak yang berada di Kampung Pangerenan ini untuk bisa memasarkan produk opaknya lewat media sosial dan untuk kedepannya di Kampung Pangerenan ini akan dijadikan Kampung Wisata Opak,” kata Miftahul, Minggu (14/8/2022).

Sementara itu, Kepala Desa Binong, Saepudin sangat mengapresiasi seminar yang diadakan oleh mahasiswa tersebut yang dapat menambah pengetahuan para perajin opak untuk memasarkan produknya secara online.

“Dengan adanya seminar bagi warga pengrajin opak ini tentunya akan menambah ilmu pengetahuan tentang penjualan opak yang dilakukan secara online. Dan kedepannya mudah-mudahan penjualan opak secara online ini akan lebih meningkatkan taraf hidup warga,” ujar Saepudin.

Julaeha, salah seorang warga mengatakan dengan diadakannya acara tersebut, para perajin menjadi paham untuk menjual produknya secara online. Pasalnya selama ini penjualan opak dilakukan secara tradisional dengan menjajakan ke kampung-kampung dikarenakan para penjual sebelumnya kurang mengerti bagaimana cara memasarkan opak melalui handphone.

“Selama ini kami hanya melakukan penjualan dengan cara menjajakan ke kampung-kampung serta mendapatkan pesanan, dan kendala kami memang di pemasaran karena kami para ibu-ibu masih jarang yang memanfaatkan handphone untuk berjualan, soalnya memang kami tidak terlalu paham hal semacam itu. Dengan diadakannya seminar ini, tentunya kami pun jadi paham akan penjualan lewat online,” kata Julaeha.

(San/Red)