Beranda Peristiwa Balawista Duga Kecelakaan di Bendungan Cikoncang Akibat Perahu Kelebihan Penumpang

Balawista Duga Kecelakaan di Bendungan Cikoncang Akibat Perahu Kelebihan Penumpang

723
0
Perahu yyabg terbalik terekam kamera warga - foto istimewa

PANDEGLANG – Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) menduga kecelakaan yang mengakibatkan meninggalnya 3 wisatawan asal Pandeglang di Bendungan Cikoncang perbatasan antara Kabupaten Pandeglang dan Lebak karena perahu kelebihan muatan.

Ketua Balawista Banten, Ade Ervin mengatakan, idealnya perahu jenis itu hanya mengangkut 9 sampai 10 orang penumpang saja, namun dalam peristiwa kemarin diketahui perahu mengangkut sebanyak 28 orang penumpang. Selain melebihi kapasitas diduga perahu juga tidak memliki alat keselamatan yang layak.

“Perlu adanya peninjauan terkait operasional perahu wisata yang ada, terkait kelayakan keselamatan dan standarnya, seperti jumlah dan kapasitas yang idealnya hanya 9 -12 orang,” jelas Ervin, Senin (26/10/2020).



Ervin melanjutkan, dugaan awal perahu karam akibat menabrak sesuatu yang berada di tengah bendungan. Akan tetapi, kata dia, setelah melihat video kecelakaan, dugaan kuat perahu kelebihan muatan bukan karena menabrak sebab saat kejadian perahu berjalan normal.

“Perahu terbalik dengan posisi seperti itu dikategorikan limbung akibat berat beban menyamping. Sehingga penyangga (katir) tidak mampu menahan,” ungkapnya.

Sementara itu, Humas Balawista Banten, Lulu Jamaludin menegaskan, atas kejadian ini Pemerintah Kabupaten Pandeglang harus mengecek kembali terkait standar operasional bendungan Cikoncang apakah sudah memenuhi standar operasional atau belum.

“Apakah perahu tersebut layak jalan, standar alat keselamatan memenuhi dan penjaga wisatanya pun memiliki sertifikat keselamatan wisata tirta,” tegasnya. (Med/Red)