Beranda Gaya Hidup Bahagia di Media Sosial Itu Gak Boleh Pura-pura Loh, Ini Alasannya!

Bahagia di Media Sosial Itu Gak Boleh Pura-pura Loh, Ini Alasannya!

357
0
Ilustrasi - foto istimewa IDN Times

Mayoritas hal yang dibagikan para pengguna media sosial adalah hal-hal yang menyenangkan seperti kegiatan traveling, berbelanja, makanan lezat yang akan disantap, serta pengalaman menyenangkan yang dialami hari itu.

Harus diakui semua itu membuat kehidupan mereka tampak sempurna hingga terkadang orang lain yang menyimak merasa iri.

Tapi apakah mereka benar-benar seperti apa yang mereka tunjukkan? Kalau memang demikian adanya, itu bagus. Yang harus selalu diingat adalah kehidupan itu seperti roda yang selalu berputar, suka duka pasti ada bahkan terkadang seseorang merasakan kebahagiaan dan kesedihan dalam hari yang sama.

Yang menjadi masalah adalah jika seseorang bersikap pura-pura bahagia, artinya dirinya menampilkan emosi yang tidak sesuai dengan apa yang dirinya rasakan. Kalau kamu sering bersikap seolah-olah merasa bahagia, kamu harus segera menghentikan kebiasaan tersebut. Pura-pura bahagia bukanlah hal yang baik, berikut beberapa ulasan kenapa kamu tidak boleh pura-pura bahagia.

1. Memaksa diri untuk selalu tersenyum tidak akan menyembuhkan luka

Senyum bukanlah ekspresi alami dari perasaan lelah dan sedih yang mendera manusia. Terus tersenyum dan pura-pura bahagia juga tidak akan membuat lukamu menghilang atau kamu menjadi benar-benar bahagia. Sebaliknya, orang merasa bahagia sehingga mereka tersenyum.

2. Bersedih tidak selalu buruk, bahkan manusia butuh merasakan kesedihan dalam hidupnya

Beban yang saat ini menimpamu membuat kamu menjadi orang yang lebih bersyukur dan semakin kuat dari masa ke masa. Tidak perlu kamu bersikap seolah-olah hidupmu selalu bahagia. Karena tanpa pernah merasakan kesedihan, bagaimana orang tahu apa itu bahagia?

3. Berpura-pura bahagia juga akan membuatmu dihantui perasaan kesendirian

Percayalah, berpura-pura bahagia hanya akan membuat kondisimu semakin buruk. Akan ada masa di mana kamu sudah sangat jenuh, lelah, dan putus asa dengan keadaanmu. Kendati demikian, karena sudah terbiasa menyembunyikan perasaan, kamu jadi tidak tahu cara mengungkapkannya. Bahkan, kamu bingung kepada siapa kamu dapat menumpahkan perasaanmu.

4. Yang natural selalu lebih baik, termasuk dalam hal emosi

Apapun keadaan yang menimpamu, bersikaplah secara wajar, nikmati saja ujian yang saat ini sedang kamu hadapi, tidak masalah kamu menunjukkan kesedihanmu karena memang itu yang kamu alami. Toh, kesedihan tidak akan bertahan selamanya. Cepat atau lambat mereka akan pergi juga. Sehingga ketika ujian itu berlalu dan berganti dengan kebahagiaan kamu bisa merasakan nikmatnya kebahagiaan yang tidak dibuat-buat.

5. Jujur dengan perasaan yang kamu alami malah menunjukkan kamu bisa berkompromi dan memaklumi keadaan

Kehidupan sangatlah panjang, banyak sekali pahit manis kehidupan yang akan dialami setiap manusia. Tidak peduli sebesar apa keinginan dan usahamu agar selalu bahagia, masalah dan kesedihan pasti akan datang juga.

Berpura-pura bahagia malah menunjukkan bahwa dirimu sangat terobsesi dengan kehidupan yang sempurna dan jauh dari masalah. Akhirnya kamu membohongi dirimu dan orang lain dengan selalu menunjukkan hal yang positif walaupun yang kamu alami adalah sebaliknya.

Kehidupan manusia tidak ada yang sempurna, suka duka adalah hal wajar yang pasti dialami setiap manusia. Maka dari itu, lebih baik kamu menerima keadaan dan bersikap jujur dengan tidak selalu berpura-pura bahagia. (Red)

Sumber : IDN Times