Beranda Peristiwa Bagikan Seribu Bendera Merah Putih, FPK Lebak Ingatkan Makna Kemerdekaan

Bagikan Seribu Bendera Merah Putih, FPK Lebak Ingatkan Makna Kemerdekaan

Anggota FKP Lebak bersama TNI/Polri membagikan bendera merah putih. (Sandi/bantennews)

LEBAK – Deretan kendaraan melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Sabtu (15/8/2026). Di tengah arus lalu lintas itu, tangan-tangan membagikan satu benda yang setiap Agustus kembali memenuhi sudut-sudut negeri, bendera Merah Putih.

Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Lebak membawa 1.000 bendera Merah Putih untuk dibagikan kepada masyarakat menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan itu tak sekadar menghadirkan warna merah dan putih di jalanan. FPK ingin menghidupkan kembali pesan sederhana tentang kemerdekaan yaitu persatuan.

Sejumlah unsur masyarakat ikut turun ke jalan. Perwakilan etnis dan suku di Kabupaten Lebak, Gerakan Pemuda Ansor, Komunitas Gusdurian Lebak, Batalion 840 Golok Sakti, Polres Lebak, Kodim Lebak, kelurahan, hingga Kesbangpol Lebak bergabung dalam kegiatan tersebut.

Ketua FPK Kabupaten Lebak, Abdurrhosyid Ashshidiq mengatakan, pembagian bendera menjadi agenda rutin setiap tahun. Namun, ia tak ingin kegiatan itu berhenti sebagai seremoni menjelang 17 Agustus.

“Kita bersyukur dengan kemerdekaan ini. Setiap tahun kita membagikan bendera kepada masyarakat sebagai bentuk cinta kepada Negara Indonesia,” kata Abdurrhosyid kepada wartawan.

Bendera yang berpindah dari tangan ke tangan itu membawa pesan yang lebih panjang dari sekadar peringatan HUT RI.

Abdurrhosyid mengingatkan masyarakat memiliki tanggung jawab menjaga kemerdekaan dan persatuan. Pemerintah dan aparat keamanan tidak bisa bekerja sendirian.

Sejarah, menurut dia, sudah berkali-kali menunjukkan bagaimana perpecahan dapat menghancurkan sebuah bangsa.

“Perjalanan sejarah menunjukkan bahwa sebuah negara atau kerajaan dapat mengalami kehancuran apabila persatuan dan kekuatannya tidak mampu dipertahankan,” ujarnya.

Karena itu, momentum kemerdekaan harus menjadi ruang untuk memperkuat kembali kebersamaan. Merah Putih yang berkibar tak cukup jika masyarakat kehilangan kepedulian terhadap sesama.

Bagi Abdurrhosyid, mengisi kemerdekaan juga tak harus melalui hal besar. Kerja yang jujur, ikhlas, dan keberanian mengambil tanggung jawab menjadi bagian dari perjuangan.

Baca Juga :  Sejarah Kanal Mookervaart Kota Tangerang yang Dibangun Sejak Kolonialisme

“Kita harus bareng-bareng kerja ikhlas. Kalau semua cari aman, tidak ada nilai perjuangan. Tidak mungkin kita ini merdeka kalau para pejuang dulu hanya mencari posisi aman,” ucapnya.

Di Jalan Soekarno-Hatta, ribuan bendera itu akhirnya berpindah ke tangan masyarakat.

Sebagian mungkin segera berkibar di halaman rumah. Sebagian lainnya menghiasi kendaraan dan lingkungan. Namun satu pesan tetap sama: kemerdekaan bukan hadiah untuk dirayakan setahun sekali, melainkan tanggung jawab yang harus dijaga setiap hari.

Penulis : Sandi Sudrajat
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd