Beranda Politik Bagikan Sembako, Demokrat Cilegon Ingatkan Pengemudi Ojek Agar Terdata Sebagai Penerima Bansos

Bagikan Sembako, Demokrat Cilegon Ingatkan Pengemudi Ojek Agar Terdata Sebagai Penerima Bansos

1281
0
Rahmatulloh saat menyerahkan bantuan sembako kepada pengemudi ojeg pangkalan. (Gilang)

CILEGON – Anggota DPRD Cilegon, Rahmatulloh mengingatkan masyarakat yang berprofesi sebagai pengayuh becak dan pengemudi ojeg agar dapat terdata sebagai calon penerima bantuan sosial (bansos) menyusul adanya rencana pemerintah Kota Cilegon yang akan memberikan bantuan tersebut menyusul pandemi virus Corona atau Covid-19.

“Menurut informasi, mereka ini ada yang sudah terdata oleh Ketua RT, tapi sebagian besar pula masih ada yang belum terdata sebagai penerima bantuan dari pemerintah. Padahal dengan kondisi wabah virus Corona saat ini, mereka juga sangat merasakan dampaknya karena penumpang yang sepi,” ujarnya ditemui saat membagikan bantuan sembako di pangkalan ojek Propelat, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Rabu (22/4/2020).

Ketua DPC partai Demokrat Kota Cilegon ini menambahkan, imbauannya kepada kalangan pengemudi ojek pangkalan dan pengayuh becak itu sekaligus menjadi rangkaian resesnya sebagai wakil rakyat yang efektif dimulai hari ini.

“Untuk itu saya mengimbau juga kepada pemerintah agar segera mendata, karena bagaimana bantuan itu diberikan kalau pendataan itu tidak dilakukan. Dinas Sosial harus segera mendata secara menyeluruh, diverifikasi sesuai dengan kondisi di lapangan. Kalau cuma data-data lama, bagaimana itu akan tepat sasaran,” jelas Anggota Komisi III DPRD Cilegon ini.

Sementara Asmu’i (64) membenarkan adanya dampak semenjak pandemi virus Covid-19 yang turut dirasakan oleh kalangan pengemudi ojek.

“Sekarang dari ngojek untuk beli beras saja susah. Sebelumnya, sehari bisa dapat Rp50 ribu sehari, sekarang paling cuma Rp15 ribu dari satu atau dua kali tarikan. Selama ini juga belum pernah dapat bantuan apa pun (baik dari Pemprov Banten atau Pemkot Cilegon), harapannya sekarang ini bisa terdata,” ujar warga lingkungan Serdag, Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta ini. (dev/red)