Beranda Gaya Hidup Badan Pegel Linu Setelah Panjat Pinang, Apa Wajar?

Badan Pegel Linu Setelah Panjat Pinang, Apa Wajar?

Ibu-ibu di Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak antusias mengikuti Panjat Pinang dalam rangka HUT RI ke-73. (Fotografer - Ali/BantenNews.co.id)

Jakarta – Lomba panjat pinang memang seru. Biasanya setelah lomba panjat pinang tubuh pegal-pegal. Menurut dokter spesialis kedokteran olahraga dari Klinik Slim and Health RS Mitra Kemayoran dan Mal Taman Anggrek Jakarta, dr Michael Triangto, SpKO menyebutkan pegal-pegal gejala biasa dan akan sembuh selama dua hari.

“Itu biasanya otot ketarik saja disebut strain, pegal-pegal, sembuh sendiri tanpa obat. Paling dua hari sembuh,” ujarnya saat dihubungi detikHealth, Kamis (16/8/2018).

Namun yang harus diwaspadai, jika pegal-pegal atau rasa sakit akibat panjat pinang itu tidak sembuh dalam waktu dua hari. Mungkin terjadi sobekan yang cukup parah pada otot-otot tubuh atau disebut sprain.

“Sprain itu mungkin bisa sampai seminggu. Kalau dua hari belum sembuh juga, harus ke dokter yang berkompeten,” sarannya.

Robekan otot yang cukup parah (sprain) biasanya ditandai dengan lima hal, yaitu adanya benjolan (tumor), terasa hangat di bagian yang sakit (calor), kemerahan (rubor), terasa sakit (dolor), dan bagian yang sakit mengalami gangguan fungsi (fungsiolesa).

“Misal, ankle (pergelangan kaki) dipegang sakit, digerakkan sakit, agak pincang, nah itu fungsiolesa,” jelasnya.

“Kalau ada kelima tanda itu, tidak perlu menunggu sampai dua hari untuk ke dokter,” kata dr Michael.

Meskipun ini hanya perlombaan, namun menurut dr Michael, semua peserta pasti akan mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk menang. Setiap orang akan melampaui batasannya dan akan berpotensi cedera. (Red)