Beranda Berita Badan Karantina Harus Manfaatkan Teknologi dalam Mendukung Kinerja

Badan Karantina Harus Manfaatkan Teknologi dalam Mendukung Kinerja

769
0
Petugas Karantina Pertanian Cilegon - foto istimewa

CILEGON – Dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM laboratorium dalam mendukung program gratieks BKPC di tahun 2021, Karantina Pertanian Cilegon menggelar pelatihan griyaan sistem manajemen mutu terintegrasi.

Narasumber oleh perwakilan Kapus KH Dr.drh Heri Yilianto MP dan Ka BBUSKP drh.Sriyanto yang dilanjutkan dengan pelatihan griyaan di ruang BKPC maupun secara daring yang diikuti tidak hanya dari internal BKPC juga dari UPT Karantina yang lain.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil secara khusus membuka acara. Dalam arahannya Ali menyampaikan bahwa karantina harus dapat memanfaatkan teknologi dalam mendukung pelaksanaan kegiatan perkarantinaan.

Digitalisasi yang terintegrasi dalam pelayanan perkarantinaan yang mudah tertelusur seperti terintegrasi dalam sistem IQFAST. Selain itu diharapkan untuk bisa bersinergi dengan dinas serta instansi terkait untuk mendukung tugas karantina.

“Dengan adanya integrasi diharapkan akan lebih mudah dalam melakukan tindak karantina pada media pembawa yang dilalulintaskan baik antar area maupun ekspor produk pertanian,” ujar Ali melalui siaran tertulis, Minggu (14/3/2021).

Pada rangkaian kegiatan ini juga dilaksanakan pelatihan bertema Brucellosis, diagnosa lapangan dan laboratorium dalam penguatan Sistem Manajemen Terintegrasi dengan narasumber Prof. drh. Fachriyan Pasaribu.

Selain itu juga dibahas tentang pemeriksaan pengujian kandungan nitrit,sulfit,perokside dalam sarang walet yang disampaikan oleh tim dari BBUSKP.

Sementara itu Kepala Karantina Pertanian Cilegon Arum Kusnila Dewi menjelaskan, laboratorium Karantina Pertanian Cilegon sudah terakreditasi KAN dan menerapkan Sistem Manajemen Terintegrasi, dimana mengintegrasikan SNI ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu, SNI ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan, ISO/IEC 17025:2017 tentang Laboratorium, Standar Pelayanan Publik, Sistem Pengendalian Internal Pemerintah, dan Zona Integritas.

(Man/Red)