Beranda Opini Back to Normal Back to Nature

Back to Normal Back to Nature

396
0
Fil Isnaeni

 Oleh : Fil Isnaeni, Dosen Agama S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang dan Pengurus Lembaga Kajian Keagamaan Universitas Pamulang Tangerang Selatan

Pemerintah telah mengeluarkan maklumat tentang new normal sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan WHO. Ini artinya masyarakat harus siap dengan tatanan baru kehidupan sekarang dengan memulai beraktifitas seperti sediakala, namun tetap menjalankan protokol kesehatan. Hal ini guna untuk mencegah dan memutus penularan virus tersebut, dengan jaga jarak, menggunakan masker guna mencegah droplets terlembar atau menyembur keluar, mencuci tangan/ menjaga kebersihan, dan pola hidup sehat guna menjaga imun tubuh.

Dalam Islam menjaga kebersihan atau kesucian menjadi kewajiban utama yang diajarkan sebelum mengajarkan hal wajib lainnya. Dijelaskan dalam salah satu ayat al-Qur’an surat al Muddattsir ayat 4 yang artinya “dan pakaianmu bersihkanlah”. Mengutip dari tafsir Ibnu katsir, Ibnu Zaid mengatakan bahwa dahulu orang-orang musyrik tidak pernah membersihkan dirinya, maka Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk bersuci dan membersihkan pakaiannya.

Tafsir ayat ini sangat berhubungan dengan situasi hari ini yang mana kebersihan menjadi kewajiban yang diterapkan oleh semua orang, bahkan kebersihan pakaian wajib diperhatikan setelah kita selesai mengerjakan aktifitas yang dikhawatirkan dalam pakaian kita menempel kotoran, atau kuman bahkan virus yang dikhawatirkan banyak orang akhir-akhir ini. Bersuci dengan niat beribadah hukumnya wajib, membersihkan pakaian dari dari segala jenis kotoran, atau virus yang menempel pada pakaian, dengan diniatkan beribadah kepada Allah akan mendapatkan pahala kesunahan, serta sebagai salah satu ikhtiar kita memutus rantai penularan covid-19.

Dikuatkan dalam Hadist Bukhari Muslim disampaikan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: kebersihan adalah setengah dari iman. Hadist tersebut sangat relevan diterapkan dimasa sekarang dalam upaya pencegahan dini dari covid-19, yaitu dengan menjaga kebersihan diri sendiri, dengan menerapkan teknik dasar yang paling mudah dilakukan namun memiliki efek yang dasyat yaitu memcuci tangan menggunakan sabun atau handsanitizer. Berbagai produk sabun dan handsanitizer yang dipercaya mampu menghilangkan kuman atau virus yang menempel di tangan.

Namun Allah yang maha pencipta, menciptakan berbagai jenis tumbuhan dan buah-buahan yang ada di bumi yang semuanya memiliki kemanfaatan yang luar biasa. Misalnya daun sirih hijau yang menjadi salah satu tanaman asli Negara Indonesia. Para ahli menyimpulkan dari penelitian terhadap daun sirih ini memiliki sifat anti-mikroba yang kuat, sehingga sangat tepat digunakan untuk antiseptik alami.

Kemudian yang kedua jeruk nipis, buah ini memiliki khasiat yang luar biasa sebagai zat antiseptik alami. Kedua bahan ini sangat mudah kita dapatkan disekitar kita dengan mengambil manfaatnya untuk membuat handsanitizer alami. Cara membuat handsanitizer alami berbahan dasar daun sirih hijau dan jeruk nipis sebagai berikut:

1. Siapkan 5 atau 7 lembar daun sirih hijau, cuci bersih dan keringkan, kemudian potong kecil-kecil daun sirih
2. Siapkan air bersih sekitar 250 ml, rebus potongan daun sirih tadi sampe air mendidih
3. Biarkan air rebusan daun sirih sampe dingin
4. Selanjutnya siapkan saringan dan tempat bersih untuk menyaring hasil rebusan daun sirih yang sudah dingin.
5. Kemudian tambahkan 5 tetes perasan air jeruk nipis didalam rebusan daun sirih yang sudah disaring.
6. Sediakan botol spray, masukan air rebusan daun sirih yang sudah tercampur dengan air jeruk nipis,kocok-kocok agar kedua bahan itu tercampur dan handsanitizer alami siap digunakan.

(**)