Beranda Gaya Hidup Awas! Suka Nyinyir Menandakan Kamu Penderita Dimensia

Awas! Suka Nyinyir Menandakan Kamu Penderita Dimensia

82
0
Ilustrasi - foto istimewa Halodoc.com

Nyinyir atau sinisme adalah kebiasaan melihat segala sesuatu dengan pandangan negatif. Orang yang nyinyir biasanya sulit untuk mempercayai orang lain dan emosinya meledak-ledak setiap saat.

Selain itu, Kebiasaan nyinyir ternyata bisa menyebabkan seseorang terkena demensia di usia lanjut.

Sinisme termasuk ke dalam masalah kepribadian yang akan dialami oleh seseorang ketika memasuki usia 40 hingga 50 tahun dalam fase pra demensia. Pra demensia ini adalah suatu kondisi dimana seseorang tidak terdiagnosis demensia namun fungsi kognitifnya berada dibawah normal.

Ahli saraf Dr dr Yudha Turana, SpS Dekan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan UNIKA Atma Jaya mengatakan. Memasuki fase pra demensia berbagai faktor resiko vaskular seperti obesitas, stress dan masalah kepribadian seperti sinisme harus diperhatikan.

“Nyinyir pun bahkan menjadi salah satu yang bisa memprediksi apakah seseorang akan terkena demensia di usia lanjut.” katanya seperti dilansir detik.com.

Hal ini dibuktikan oleh sebuah studi terbaru mengenai sistem saraf dari American Academy of Neurology. Faktanya bahwa orang yang sinis memiliki faktor terkena resiko demensia di usia lanjut.

Anna Maija Tolppanen, salah satu peneliti dan profesor di University of Eastern Finland menjelaskan bagaimana kebiasaan buruk ini dapat berpengaruh terhadap kesehatan.

“Orang yang sinis cenderung meninggal lebih cepat, mereka juga memiliki masalah kesehatan yang buruk salah satunya demensia. Sementara orang yang terbuka dan optimis memiliki resiko lebih rendah terkena demensia,” katanya. (Red)