Beranda Kesehatan Awas! Kurang Tidur Bisa ‘Membunuh’ Secara Perlahan

Awas! Kurang Tidur Bisa ‘Membunuh’ Secara Perlahan

Ilustrasi - foto istimewa hellosehat.com

Menurut seorang ahli saraf, kurang tidur atau tidur yang tak berkualitas bisa ‘membunuh’ seseorang secara perlahan.

Selama ini, banyak yang mengungkap kalau waktu tidur yang ideal itu adalah enam sampai tujuh jam. Matthew Walker, seorang pakar saraf mengatakan waktu tidur tersebut masih kurang.

Kepala laboratorium tidur dan Neuroimagingdi UC Berkeley itu menambahkan, semakin pendek waktu tidur seseorang, semakin cepat dia meninggal dunia.





Walker berpendapat bahwa tidur hanya enam atau tujuh jam dapat menyebabkan gangguan kesehatan jangka panjang yang sangat serius hingga bisa mengakibatkan kematian.

Dilansir dari dream.co.id, berikut adalah tiga dampak serius kurang tidur bagi kesehatan tubuh.

1. Sistem kekebalan tubuh terganggu
Kurang tidur akan mengurangi simpanan ‘sel pembunuh alami’, sejenis limfosit (sel darahputih) yang membunuh tumor dan sel-sel virus. Tidur hanya 4 atau 5 jam setiap malam dapat menurunkan jumlah sel tersebut sekitar 70 persen.

” Ketika Anda kurang tidur, maka akan lebih sulit bagi tubuh untuk melawan penyakit, mulai dari pilek biasa hingga kanker,” kata Walker.

Sering melewatkan waktu tidur juga dapat mempercepat tubuh menderita penyakit kronis. Tidak tidur dengan waktu yang cukup telah dikaitkan dengan risiko terkena Alzheimer, obesitas, stroke dan diabetes.

2. Kehilangan satu jam waktu tidur berdampak fatal

Walker mengumpamakan kematian akibat kehilangan satu jam waktu tidur sebagai eksperimen global yang dilakukan terhadap 1,6 miliar orang, dalam dua kali setahun.

AAA Foundation for Traffic Safety telah mempelajari kecelakaan mobil di Amerika Serikat. Mereka menemukan bahwa pengemudi yang kelelahan akibat kehilangan waktu tidur selama satu jam setiap tahunnya membunuh sekitar 6.400 orang per tahun.

Tidak itu saja, serangan jantung meningkat tajam 25 persen karena kehilangan satu jam waktu tidur memberi lebih banyak tekanan pada jantung.

Para peneliti menemukan bahwa pria di Jepang yang tidur kurang dari enam jam dalam semalam lebih mungkin mengalami serangan jantung sebesar 400-500% daripada rekan-rekan mereka yang memiliki waktu istirahat yang lebih baik.

Selain itu, setelah para peserta sebuah penelitian menghabiskan tidur selama tujuh jam dalam dua minggu, reaksi mereka melambat setengah detik. Itu sebuah jeda yang panjang jika Anda mengemudikan mobil dengan kecepatan 60 mph.

3. Bersifat Karsinogenik (menyebabkan kanker)

Kurang tidur membuat tubuh jadi tempat berkembang biak sel kanker yang sangat baik.

Saat ini, mengantuk tapi tidak segera tidur dianggap sebagai penyebab penyakit kanker usus besar, kanker payudara dan kanker prostat.

Jadwal tidur yang tidak teratur juga dapat menyebabkan kanker, karena menyebabkan melatonin (hormon yang mengatur siklus tidur dan bangun) menjadi tertekan. Organisasi Kesehatan Dunia menyebut kerja sampai larut malam bersifat karsinogenik.

“Jika Anda tidak cukup tidur, Anda akan lebih cepat meninggal. Dan kualitas hidup Anda (sekarang yang sudah lebih buruk) akan jauh lebih buruk,” kata Walker. (Red)