Beranda Gaya Hidup Awas! 6 Kebiasaan Kecil Ini Bikin Bibit Korupsi Pada Dirimu Tumbuh!

Awas! 6 Kebiasaan Kecil Ini Bikin Bibit Korupsi Pada Dirimu Tumbuh!

81
0
Ilustrasi - foto istimewa IDN Times

Tanpa sadar dalam keseharian kita punya kebiasaan yang mengarah pada tindakan korupsi. Kalau dibiarkan saja, tindakan ini bakal jadi cikal bakal tumbuh suburnya korupsi dalam kehidupan yang lingkupnya makin luas.

Nah, berikut ini ada enam kebiasaan buruk yang sering dilakukan dan punya potensi menjadi bibit korupsi yang mengendap dalam dirimu jika dibiarkan.

1. Menyontek pekerjaan orang lain

Waktu ujian tinggal 30 menit. Kamu masih belum menyelesaikan soal ujian. Mulai panik, kamu pun lirik kanan-kiri berharap jawaban turun dari langit. Nah, adakah yang pernah melakukannya? Kalau pernah bahkan sering kamu sebaiknya mulai mengurangi tindakan itu.

Menyontek masuk dalam kategori korupsi juga lho. Orang lain yang berusaha keras belajar demi ujian dicurangi oleh oknum yang mencari jalan pintas untuk mendapat nilai bagus. Padahal, kalau oknum yang menyontek ini mau berusaha sama seperti mereka yang belajar pastinya ada kemudahan yang didapat dalam mengerjakan soal.

2. Suka terlambat

Kebiasaan terlambat memang bikin orang lain kesal. Sudah berjanji bertemu di waktu yang ditentukan, nyatanya kamu atau temanmu malah datang tidak sesuai kesepakatan. Alhasil, ada banyak waktu terbuang hanya untuk menunggu mereka yang terlambat datang. Padahal, waktu untuk menunggu ini bisa dimanfaatkan untuk beberapa hal.

Terlambat jika terjadi sekali atau dua kali memang dianggap bukan sebuah masalah. Tetapi, jika kebiasaan terlambat sering terulang yang terjadi malah bikin bibit korupsi waktu makin bersemayam dalam dirimu. Usahakan untuk tepat waktu dan jika kamu harus terlambat jangan lupa untuk memberi kabar kepada teman alasan yang sebenarnya terjadi hingga membuatmu datang tidak tepat waktu.

3. Buang-buang waktu untuk hal tidak penting

Main gim, jalan-jalan di mall atau malah sekedar membuka sosial media memang mengasyikkan. Tapi, kalau sudah lupa waktu yang terjadi adalah kamu akan menunda hal yang sebenarnya penting bahkan mendesak untuk dilakukan. Kalau kejadian ini terjadi maka kamu harus mulai berbenah dari sekarang.

Membuang waktu untuk hal yang kurang bermanfaat juga masuk dalam daftar korupsi ‘kecil’ dalam keseharian. Memang, ada rasa nyaman yang kamu rasakan ketika menunda atau membuang waktu untuk kesenangan. Tapi, kalau sudah lupa daratan yang ada malah kamu yang pusing karena tumpukan pekerjaan yang tak kunjung usai.

4. Malas antre

Kebiasaan malas antre sering terjadi dalam kehidupan masyarakat. Sering ditemukan oknum-oknum yang menyerobot antrean di keramaian publik. Padahal, mengantre ada banyak manfaatnya. Melatih kesabaran, menjaga suasana tetap kondusif dan tidak membuat hak orang lain hilang jadi beberapa manfaat dari tertib mengantre.

Jadi, masih mau menyerobot dan mengambil hak orang lain? Atau kamu bahkan pernah jadi pelakunya?

5. Mengambil uang kembalian milik orang lain

Papa atau mama menyuruhmu membeli barang di minimarket. Kamu diberi uang untuk berbelanja. Di depan kasir ternyata kamu masih mendapat kembalian uang. Ketika pulang, ternyata kamu hanya memberikan barang titipan orangtuamu. Uang kembaliannya kamu simpan dan tidak minta izin ke mereka. Kalo sudah begini tindakan korupsi bisa makin berkembang jika sudah jadi kebiasaan.

Mengembalikan uang orang lain bukanlah sebuah kerugian bagimu. Ada banyak hal yang bisa kamu dapatkan dengan bersikap seperti itu. Selain membiasakan berbuat jujur, kamu juga terhindar dari masalah jika uang tersebut masih kamu pegang apalagi kamu pergunakan untuk keperluan pribadi. Ingat, kalau sudah rejeki kamu pasti akan mendapatkannya dengan cara yang baik.

6. Memanfaatkan teman untuk kepentingan pribadi

Sering memanfaatkan teman untuk titip absen atau mengerjakan tugas yang seharusnya bisa dikerjakan sendiri? Sebaiknya kamu mulai mengurangi kebiasaan itu dari sekarang. Memanfaatkan teman untuk kepentingan pribadi membawa dampak buruk bagi dirimu dan juga temanmu.

Kamu akan terus bersengkokol dengan temanmu untuk melakukan hal yang sama berulang. Awal kamu yang titip absen atau titip tugas, bisa jadi keesokan harinya kamu membantunya melakukan hal yang sama. Kalau kelewat batas, kamu dan temanmu bisa bersekongkol untuk hal lain yang merugikan banyak orang. Kalau ini terjadi, bisa-bisa kamu dan temanmu terkena imbas dari kebiasaan buruk tersebut. (Red)

Sumber : IDN Times