LEBAK – Memasuki awal 2026, harga komoditi bumbu dapur di Pasar Tradisional Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengalami kenaikan. Beberapa komoditas yang naik di antaranya cabai rawit hijau dan bawang putih.
Dari pantauan di lapangan, harga cabai rawit hijau untuk saat ini dijual Rp80 ribu perkilogram, yang sebelumnya dijual dengan harga Rp50 ribu perkilogramnya.
Selain Itu, kenaikan harga terjadi pada bawang putih, harga bawang putih yang awalnya dijual Rp30 ribu perkilogram, kini dijual Rp40 ribu perkilogramnya. Sedangkan untuk harga kemiri biasa dijual Rp50 perkilogram, kini dijual Rp60 ribu perkilogramnya.
Meti, salah seorang pedagang di Pasar Tradisional Rangkasbitung mengatakan, bahwa kenaikan harga ini terjadi di awal Tahun Baru 2026, yang diakibatkan faktor cuaca yang tidak menentu, sehingga pasokan dari petani berkurang.
“Karena gagal panen menjadi faktor pasokan dari petani berkurang. Ditambah lagi faktor cuaca yang ekstrem mengakibatkan petani gagal panen,” kata Meti saat ditemui di lapaknya, Selasa (6/1/2026).
Ia mengungkapkan, dengan kebaikan harga beberapa komoditi tersebut dirinya terpaksa harus mengurangi stok pembelian. Yang biasanya bisa menyetok cabai rawit sebanyak 30 kilogram, kini hanya bisa menyetoknya sebanyak 15 kilogram saja.
“Terpaksa harus mengurangi stok pembelian, kalau dipaksakan beli banyak nantinya kalau tidak laku pastinya akan membusuk,” ujarnya.
Sementara itu, Yuliani salah seorang pedagang warteg yang berbelanja menyampaikan, dirinya terpaksa harus mengurangi pembelian.
“Biasanya saya membeli cabai itu sehari bisa mencapai 2 kilogram. Tapi dengan kenaikan harga ini dikurangi pembeliannya,” ucap Yuliani.
Penulis : Sandi Sudrajat
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
