KAB. SERANG – Pemberlakukan jam operasional truk over dimensi over load (ODOL) di Kabupaten Serang dinilai belum efektif. Bahkan, warga menilai, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang lamban dalam menanggapi persoalan tersebut.
Terkait hal tersebut, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang, Azwar Anas mengatakan, pihaknya akan memanggil Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mempertanyakan efektifitas aturan.
“Kemarin kan kita sudah mendesak, menyarankan Dishub membuat surat edaran pembatasan jam operasional. Kata Dishub sidah diajukan ke Bupati, dan sudah ditandatangani,” kata Anas saat dihubungi lewat telepon, Jumat (24/10/2025).
“Tapi kalau masih belum ada perubahan, kuta akan panggil Dishub. Kita akan buat strategi jitu,” sambungnya.
Lebih lanjut, Anas mengaku, Komisi IV juga sudah menyarankan agar Dishub melakukan razia terhadap truk ODOL.
“Makannya, (saya) bilang ke Dishub, jangan cuma sekali (razia). Artinya ini harus dirapatkan lagi,” ucapnya.
Menurut Anas, perlu peran semua pihak dalam mencari solusi keberadaan truk ODOL.
“Bukan cuma Dishub saja yang turun. Tapi ada koorrinasi lintas OPD. Contoh, perusahaan tambang dicek izinnya, lengkap nggak. Kalau nggak lengkap kita stop dulu. Kita kan nggak tahu dari mana saja truk ODOL itu,” ujarnya.
Politisi Demokrat itu mengaku, pihaknya juga akan meminta laporan dari Dishub Kabupaten Serang terkait efektifitas surat edaran.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Karang Taruna Kecamatan Kramatwatu, Sumarga, menilai pemerintah dan aparat terkesan lamban menindaklanjuti persoalan tersebut.
Padahal, kata dia, Dishub sebelumnya telah menyepakati pengaturan lalu lintas truk ODOL mulai diberlakukan sejak Selasa (21/10/ 2025).
“Namun sampai sekarang belum ada realisasi dari Dishub maupun kepolisian. Sampai kapan mau dibiarkan? Kalau satu dua hari saja dibiarkan, korban bisa terus bertambah,” ujarnya, Selasa (21/10/2025) malam.
Ditegaskan Sumarga, pihaknya memberi waktu satu minggu ke depan kepada pemerintah untuk mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan perkara ini.
Kata surmarga, jika tidak ada tindak lanjut, para pemuda Kramatwatu berencana kembali menggelar aksi unjuk rasa dengan skala yang lebih besar.
“Ini bukan gertakan. Setiap hari makin banyak korban, jadi kami akan turun lagi kalau tidak ada tindakan,” tegasnya.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah
