SERANG – Dentuman sorak warga pecah di kawasan Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Senin (17/8/2026). Di tengah suasana perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, sebuah atraksi ekstrem mencuri perhatian.
Panglima Kesultanan Banten, Abah Haji Astari, bersama dua muridnya menunjukkan kekuatan tak biasa. Ia menarik kendaraan yang membawa Sultan Banten ke-18, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja, hanya dengan gigi.
Atraksi belum berhenti. Salah seorang murid Abah Haji Astari ikut mempertontonkan aksi menarik kendaraan menggunakan rambut.
Warga yang berada di sekitar kawasan bersejarah itu langsung mengerumuni lokasi. Aksi tersebut memadukan perayaan kemerdekaan dengan tradisi atraksi ekstrem yang lekat dengan budaya Banten, khususnya debus.
Abah Haji Astari, yang juga menjabat Ketua Umum Laskar Kesultanan Banten, mengatakan ia sudah terbiasa melakukan atraksi tersebut meski persiapan untuk kegiatan kali ini berlangsung singkat.
Namun, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba aksi serupa tanpa latihan dan persiapan. Atraksi ekstrem membutuhkan teknik, kekuatan fisik, serta perhitungan risiko yang matang.
“Sedikit saja bisa rontok gigi,” ujar Abah Haji Astari.
Bagi Abah Haji Astari dan para muridnya, atraksi tersebut bukan sekadar tontonan. Mereka ingin membawa kembali identitas budaya Banten ke tengah perayaan kemerdekaan, terutama di kawasan Banten Lama yang menyimpan jejak panjang sejarah Kesultanan Banten.
Rangkaian kegiatan HUT RI di Banten Lama kemudian berlanjut ke kawasan Keraton Surosowan.
Putri pertama Sultan Banten ke-18, Ratu Gusti/Ratu Ayu Primiputri Rakhmania Soerjaatmadja, bersama Ketua BRAIN (Banten Genius Network), membacakan deklarasi Banten Bersinar.
Deklarasi dan ikrar tersebut mengusung semangat menciptakan Banten yang bersih dari narkoba sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas.
Setelah membacakan ikrar, para peserta membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk komitmen bersama.
Dua kegiatan itu membawa pesan yang berbeda, tetapi bertemu dalam satu momentum. Atraksi ekstrem menghidupkan kembali identitas budaya Banten, sementara deklarasi Banten Bersinar mengajak masyarakat menjaga generasi muda dari ancaman narkoba.
Di Banten Lama, perayaan kemerdekaan akhirnya tidak hanya menghadirkan upacara dan hiburan. Rambut, gigi, sejarah, budaya, dan komitmen sosial bertemu dalam satu panggung untuk mengingatkan bahwa kemerdekaan juga membutuhkan keberanian menjaga warisan dan masa depan.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah
