Beranda Politik Ati Marliati Pertanyakan Lambatnya Penetapan Walikota Definitif

Ati Marliati Pertanyakan Lambatnya Penetapan Walikota Definitif

293
0
Ati Marliati

CILEGON – Ati Marliati, Calon Wakil Walikota Cilegon yang diusung Partai Golkar mempertanyakan lambatnya pengangkatan Edi Ariadi menjadi Walikota Cilegon definitif.  Hingga pertengahan Desember 2018 ini surat pengangkatan Plt Walikota menjadi Walikota Cilegon definitif belum turun dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Teman-teman bisa tanyakan ke Pemprov Banten soal percepatan pengangkatan Pak Edi menjadi Walikota definitif karena bolanya ada di Provinsi Banten,” ujar Ati ditemui di Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Rabu (12/12/2018).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Cilegon itu juga membandingkan proses penetapan Walikota Cilegon non aktif Tb Iman Ariyadi sebagai tersangka kasus dugaan suap Transmart oleh KPK saat itu, dimana dalam segala prosesnya terkesan begitu cepat. Bahkan jabatan walikota langsung dipegang Plt Walikota. Namun ketika proses pengangkatan Edi Ariadi menjadi walikota definitif begitu lambat.

“Seperti waktu awal Pak Iman mengalami musibah, kekosongan jabatan begitu cepat prosesnya. Hitungannya hanya jam. Kami berharap proses percepatan pengangkatan pak Edi juga cepat,” tandas Ati.

Namun begitu, terkait lambatnya surat pengangkatan Edi menjadi definitif, Ati enggan berprasangka apakah proses tersebut ada unsur politik atau tidak.

“Apakah unsur politik?, ibu tidak menduga seperti itu, kita positif thinking saja, kalau memang ada kendala tanya sama yang punya kewenangan saja,” ucapnya.

Dia tak memungkiri dengan lambatnya pengangkatan Edi sebagai Walikota Cilegon berdampak pada program pemerintahan, meski tak terlalu signifikan. Bahkan menyebabkan banyak jabatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kosong. Sehingga terpaksa banyak jabatan ganda dalam satu lembaga.

“Kita berharap cepat ya (pengangkatan Edi menjadi walikota definitif-red) supaya percepatan pembangunan kita berjalan baik. Terganggu sih tidak, tetapi kalau sudah ada proses percepatan kan akan lebih baik. Kalau yang tadinya ada dua bisa berjalan, kalau satu orang kan bisa sedikit terhambat,” ucapnya. (Man/Red)