CILEGON – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon menyiapkan anggaran Rp2 miliar untuk membangun pintu air, rumah pompa, dan mesin pompa di tandon Perumahan Metro Cilegon dan Sukmajaya.
Kepala DPUPR Kota Cilegon Tb Dendi Rudiatna mengatakan, langkah itu menjadi respons atas banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Jombang pada Minggu (8/3/2026).
“Di tandon Metro dan Sukmajaya kami akan bangun pintu air, rumah pompa, serta mesin pompa. Tahun ini kami siapkan sekitar Rp1 miliar untuk masing-masing lokasi,” kata Dendi kepada BantenNews.co.id, Senin (9/3/2026).
Dendi menjelaskan, banjir parah di Perumahan Metro Cilegon dan sejumlah titik di Kecamatan Jombang terjadi karena tandon tidak lagi mampu menampung debit air saat hujan deras.
Karena itu, DPUPR akan memanfaatkan pintu air dan sistem pompa untuk mengatur volume air di tandon agar tidak meluap ke permukiman warga.
“Saat tidak hujan dan kapasitas air rendah, tandon akan kami kosongkan supaya bisa menampung air saat hujan deras,” ujarnya.
Ia menambahkan, tandon di Perumahan Metro Cilegon memiliki luas sekitar satu hektare dengan kedalaman kurang lebih 10 meter.
Sebelumnya, hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Cilegon sejak Sabtu (7/3/2026) malam selama berjam-jam memicu banjir di sejumlah wilayah, termasuk Perumahan Metro Cilegon.
Banjir di kawasan Jombang itu bahkan disebut paling parah sejak 2019. Di salah satu kluster Perumahan Metro Cilegon, ketinggian air dilaporkan mencapai dada orang dewasa.
Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
