Beranda Pendidikan Atap Sekolah Ambruk, Siswa TK Pembina Cibaliung Belajar di Kelas Sementara

Atap Sekolah Ambruk, Siswa TK Pembina Cibaliung Belajar di Kelas Sementara

Orang tua siswa, pihak sekolah dan komite melakukan musyawarah terkait ruangan yang akan digunakan KBM sementara.
Orang tua siswa, pihak sekolah dan komite melakukan musyawarah terkait ruangan yang akan digunakan KBM sementara.

PANDEGLANG – Siswa Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) Negeri Pembina Cibaliung terpaksa melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di ruangan yang dijadikan kelas sementara. Hal itu terpaksa dilakukan lantaran atap 2 ruangan kelas sekolah tersebut mengalami ambruk pada Jumat (18/11/2022) kemarin sekitar pukul 18.00 WIB kemarin.

Kepala Sekolah TK Negeri Pembina Cibaliung, Uju Juarsih mengatakan, berdasarkan hasil musyawarah dengan orang tua siswa dan komite diputuskan bahwa untuk sementara KBM dilakukan di ruangan sementara yang tidak rusak.

“Tadi sudah rapat dengan komite dan orang tua siswa hasilnya menggunakan ruangan yang tidak roboh,” kata Uju saat dihubungi Bantennews.co.id, Senin (21/11/2022).

Uju membeberkan, ruangan yang digunakan untuk KBM sementara diantaranya ruangan guru, ruangan Kepala Sekolah, ruangan UKS dan ruangan bermain.

Kata Uju, dari Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Pandeglang sudah memberikan informasi bahwa pemborong yang mengerjakan renovasi tahun 2019 lalu sudah siap bertanggungjawab untuk memperbaiki kerusakan atap sekolah tersebut.

“Iya betul sekarang sedang mulai perbaikan,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dindikpora Kabupaten Pandeglang, Sutoto menambahkan bahwa usai kejadian pihaknya sudah meninjau langsung kerusakan ke lokasi dan melakukan komunikasi pada pemborong.

“Sudah ditinjau oleh Dinas Pendidikan dan hari ini sudah dilakukan musyawarah dengan orang tua murid tentang KBM, untuk yang ambruknya karena itu di rehab tahun 2019, pemborong siap memperbaiki itu dan akan dikerjakan,” ungkapnya.

Menurutnya, dugaan sementara ambruknya atap TK Negeri Pembina Cibaliung dikarena hujan deras dan atap rangka baja tidak kuat menahan beban dari genteng sehingga ambruk.

“Dugaannya karena hujan deras dan angin, karena posisi saat itu sedang hujan deras dan angin. Mungkin ambruknya karena tidak kuat menahan beban genteng karena itu genteng biasa bukan genteng metal, makanya akan diganti oleh genteng metal. Rencananya hari ini sudah mulai dikerjakan, itu informasi dari penyedianya,” tutupnya. (Med/Red)