
CILEGON — Kondisi SD Negeri Kependilan, Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, memperihatinkan. Atap toilet guru mulai keropos dan sekolah harus memakai perpustakaan sempit sebagai ruang belajar 21 siswa.
Pantauan di lokasi, Selasa (22/9/2026), menunjukkan kondisi toilet guru yang kumuh. Atapnya keropos dan sekolah menopang bagian tersebut dengan kayu untuk mencegahnya ambruk.
Kerusakan juga terjadi pada sejumlah bagian bangunan sekolah. Kondisi itu membuat guru khawatir keselamatan siswa dan tenaga pendidik terancam, terutama saat hujan.
Salah seorang guru SD Negeri Kependilan, Habibullah, mengatakan kerusakan bangunan dan fasilitas sekolah sudah berlangsung bertahun-tahun.
“Loteng ini sudah rapuh, kamar mandi kumuh dan banyak binatang yang masuk karena belakangnya kan rawa. Kondisi begini sudah tahunan, sudah lama,” kata Habibullah kepada BantenNews.co.id.
Keterbatasan ruang kelas membuat sekolah mengalihfungsikan perpustakaan menjadi ruang belajar. Ruangan sempit tanpa sirkulasi udara itu kini menampung 21 siswa.
“Karena kondisinya begini kita khawatir ada yang ketimpa, kepeleset. Kalau musim hujan ini kan bahaya. Kelas yang pakai perpustakaan itu panas karena sempit, jadi kita tidak ada perpustakaan sementara ini,” ujarnya.
Menurut Habibullah, pihak sekolah sudah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Cilegon. Petugas juga sudah mengecek dan mengukur kondisi bangunan pada pertengahan tahun.
Namun, sekolah belum mendapat anggaran revitalisasi tahun ini. Pemerintah memasukkan SD Negeri Kependilan dalam daftar tunggu untuk perbaikan pada tahun berikutnya.
“Sudah diadukan, sudah diukur, sudah dicek kondisinya pada pertengahan tahun, namun ketika ada pengumuman ternyata SD Kependilan tidak termasuk anggaran revitalisasi tahun ini. Alasannya sudah masuk waiting list, cuma ada yang diprioritaskan dulu,” katanya.
Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena sekolah memiliki sekitar 230 siswa. Selain kekurangan ruang kelas, sekolah juga menghadapi ancaman banjir saat musim hujan.
“Kita muridnya sudah banyak, ada 230 siswa. Kita berharap ada ruang kelas baru, atap, kamar mandi juga diperbaiki. Setelah Lebaran kemarin kita juga pernah kebanjiran, air masuk kelas, jadi pembelajaran dihentikan sementara,” ujar Habibullah.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Cilegon Heni Anita Susila belum merespons konfirmasi terkait kondisi bangunan SD Negeri Kependilan dan rencana perbaikannya.
Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd