Beranda Peristiwa Astra Infra Angkat Bicara Soal Antrean Truk di Gerbang Tol Cilegon Timur

Astra Infra Angkat Bicara Soal Antrean Truk di Gerbang Tol Cilegon Timur

Tangkapan layar antrean truk ODOL di depan Gerbang Tol Cilegon Timur. (Istimewa)

SERANG – Astra Infra Toll Road Tangerang -Merak memberikan klarifikasi terkait munculnya antrean truk di Gerbang Tol Cilegon Timur yang sempat ramai dibicarakan di media sosial.

Humas Astra Infra Toll Road Tangerang–Merak, Uswatun Hasanah menjelaskan, antrean memang sempat terjadi. Namun, situasi masih terkendali berkat pengaturan petugas di lapangan.

“Benar, sempat terjadi antrean di Gerbang Cilegon Timur. Namun petugas kami melakukan pengaturan secara persuasif, sehingga kondisi tetap kondusif dan kendaraan lain masih bisa melintas meski agak melambat,” ujar Uswatun, Selasa (4/11/2025).

Menanggapi unggahan di akun Instagram salah satu media, Uswatun menegaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan kebijakan pembatasan atau pelarangan kendaraan, termasuk truk, untuk masuk ke jalan tol Tangerang–Merak.

“Kami tegaskan, Astra Infra selaku badan usaha jalan tol tidak memiliki kebijakan pembatasan kendaraan. Selama pengguna jalan mematuhi peraturan yang berlaku, mereka tetap dapat melintas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Astra Infra memahami keluhan para sopir truk terkait adanya pembatasan kendaraan di jalan nasional. Namun, Uswatun mengingatkan pentingnya kerja sama semua pihak untuk menjaga keselamatan di jalan raya.

“Kami berharap pengusaha, transporter, dan para sopir dapat memastikan kendaraannya tidak melebihi kapasitas muatan. Keselamatan seluruh pengguna jalan harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Astra Infra juga mengimbau agar seluruh pihak, termasuk media, menyajikan informasi yang akurat dan berimbang, agar publik memperoleh edukasi positif mengenai keselamatan berkendara.

“Mari bersama-sama peduli terhadap keselamatan sesama pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Kami juga berharap rekan media dapat menyampaikan informasi yang valid dan edukatif,” ujarnya.

Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd