Beranda Peristiwa Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Masuk ke Permukiman, BPBD Harap Warga Maklum

Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Masuk ke Permukiman, BPBD Harap Warga Maklum

Kepulan asap dari kebakaran TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. (Foto: Saepulloh/BantenNews)

KAB. TANGERANG – Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, menyebabkan kepulan asap tebal mengarah ke permukiman warga di sekitar lokasi.

Untuk mengantisipasi dampak kesehatan, pemerintah mengimbau warga yang terdampak asap agar sementara waktu meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Wilayah Mauk dan Rajeg diperkirakan menjadi kawasan yang terdampak kepulan asap.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, mengatakan pihaknya telah menurunkan petugas ke lapangan dan berkoordinasi dengan Puskesmas Mauk untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat kebakaran tersebut.

“Kita imbau juga untuk meninggalkan rumah dulu untuk mengungsi,” kata Ujat.

Meski terjadi kebakaran, Ujat memastikan aktivitas pembuangan sampah di TPA Jatiwaringin tetap berjalan normal karena lokasi pembuangan aktif berada cukup jauh dari titik api.

“Karena pembuangan di sebelah kiri, masih tetap jalan dan itu tidak terdampak serta jauh dari titik api. Jadi pelayanan tetap kita lanjutkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menjelaskan kebakaran diduga dipicu oleh cuaca kemarau ekstrem. Menurutnya, suhu tinggi di area timbunan sampah memicu keluarnya gas metana yang mudah terbakar.

“Apabila sudah panas yang begitu tinggi, maka dari tumpukan sampah itu keluarlah asap. Lama-lama ini menjadi api dan terus merambat ke lokasi-lokasi yang lain,” ujar Taufik.

Ia mengakui proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, di antaranya hembusan angin kencang yang mempercepat penyebaran asap serta sulitnya menjangkau titik api karena berada di area timbunan sampah yang tinggi.

BPBD juga telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta dukungan tambahan apabila diperlukan, termasuk kemungkinan bantuan pemadaman melalui jalur udara.

Baca Juga :  Diduga Dipukul Polisi saat Kendarai Motor, Pelajar di Kota Serang Kritis

Terkait dampak terhadap masyarakat, Taufik menegaskan pemerintah akan terus melakukan evaluasi bersama pihak kecamatan dan instansi terkait. Jika kondisi asap dinilai membahayakan kesehatan warga, terutama kelompok rentan seperti balita dan bayi, maka evakuasi akan segera dilakukan.

“Apalagi ada anak-anak bayi. Tapi nanti saya akan cek di lapangan sambil melihat situasinya sudah sejauh mana. Kalau memang harus dievakuasi, kita evakuasi,” ungkapnya.

Di sisi lain, Taufik berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang terjadi sehingga proses penanganan kebakaran dapat berjalan lancar.

“Mudah-mudahan masyarakat bisa memaklumi kondisi ini, kondisi alam ini, sehingga bisa memperlancar pemadaman api yang ada di TPA,” katanya.

Diketahui, kebakaran TPA Jatiwaringin terjadi pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 11.10 WIB. Hingga kini, petugas gabungan masih terus berupaya memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas ke area lainnya.

Penulis: Saepulloh
Editor: Usman Temposo