KAB. SERANG — Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyoroti keterbatasan sarana pemadam kebakaran (damkar) sekaligus menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana di wilayahnya.
Hal itu disampaikan Zakiyah dalam peringatan HUT Damkar ke-107, Hari Pendidikan Nasional, dan Hari Kesiapsiagaan Bencana di lapangan Apel Pemkab Serang, Senin (4/5/2026).
Diketahui, armada damkar Kabupaten Serang saat ini berjumlah 6 unit.
Zakiyah mengakui, jumlah tersebut belum ideal. Ia memastikan pemerintah daerah akan mengkaji penambahan armada damkar.
“Kalau dibilang cukup, tentu belum. Ke depan akan kami kaji dan upayakan penambahan kendaraan agar layanan bisa menjangkau seluruh masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Zakiyah juga membuka opsi pembentukan dinas khusus pemadam kebakaran. Namun, ia menegaskan, rencana tersebut harus menyesuaikan kemampuan fiskal daerah.
“Damkar memiliki tugas besar dan kompleks, mulai dari evakuasi hingga penanganan kebakaran. Idealnya memang berdiri sebagai dinas sendiri, tapi tetap harus disesuaikan dengan kondisi anggaran,” katanya.
Zakiyah juga mengimbau masyarakat tetap waspada menghadapi cuaca yang tidak menentu dan terus meningkatkan kesiapsiagaan.
“Kita tidak pernah tahu bencana apa yang akan terjadi. Karena itu, tingkatkan pengetahuan dan kesiapan agar risiko bisa diminimalisir,” pungkasnya.
Di sisi lain, Zakiyah juga mengapresiasi kinerja petugas damkar yang dinilai bekerja tanpa batas dalam melindungi masyarakat.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas damkar yang telah menunjukkan dedikasi, keberanian, dan pengabdian dalam melindungi warga, terutama saat kondisi darurat,” ujarnya.
Ia mengingatkan, Kabupaten Serang masuk kategori daerah rawan bencana. Pada awal tahun 2026, bencana melanda hampir seluruh wilayah.
“Dari 29 kecamatan, 28 kecamatan terdampak bencana. Ada banjir, longsor, dan pergeseran tanah. Ini menunjukkan kesiapsiagaan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau BPBD, tapi menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Zakiyah juga meminta masyarakat aktif meningkatkan pengetahuan mitigasi bencana, termasuk memanfaatkan informasi dari media sosial. Ia menilai, langkah itu penting agar warga mampu menekan risiko saat bencana terjadi.
Menanggapi hasil simulasi kebencanaan, Zakiyah menilai, kemampuan petugas sudah cukup. Namun tetap membutuhkan peningkatan kapasitas melalui pelatihan lanjutan dan sertifikasi.
Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat mengungkapkan, keterbatasan armada damkar yang dimiliki saat ini.
“Total ada sekitar 5 sampai 6 unit, dengan 5 unit aktif. Setiap pos rata-rata memiliki empat personel,” jelas Ajat.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah
