Beranda Sosial dan Budaya Arca di Pasir Peuteuy Diduga Bukan Peninggalan Purbakala

Arca di Pasir Peuteuy Diduga Bukan Peninggalan Purbakala

1533
0
Patung yang ditemukan di kaki Gunung Karang - foto istimewa

 

PANDEGLANG – Arca atau patung di Pasir Peuteuy yang ditemukan petani asal Kampung Ciodeng, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang diduga bukan benda purbakala atau peninggalan zaman dahulu.

Anggota Banten Heritage, Dadan Sujana mengatakan, setelah mendengar kabar penemuan tersebut dirinya langsung menelusuri kebenaran jejak penemuan arca itu. Setelah bertemu dengan Abah Upi sang penemu arca dan beberapa tokoh lainnya diketahui bahwa ada kejanggalan dalam patung itu.



“Keanehan karena patung yang kemudian diketahui patung Arca Avalokitesvara dengan tinggi 40 cm dan lebar 21 cm itu tidak ada yang tahu asal usul keberadaannya,” kata Dadan saat dihubungi Bantennews.co.id, Senin (14/9/2020).

Selain itu, setelah ditelusuri awalnya ada seorang bernama Didi yang berasal dari Tangerang kerap datang ke tempat tersebut. Dia lah yang mengatakan bahwa ditemukan patung  hasil dari tarekatnya di lokasi tersebut dan akan muncul badannya dari kedalaman tanah 170 sentimeter dari permukaan tanah.

“Hasil dari WA saya dengan Prof Agus Aris Munandar, arkeolog dari UI, beliau mengatakan bahwa arca tersebut buatan jaman sekarang. Menurut Prof Agus, ada keraguan dilihat ikonografis yang terletak pada hidung yang terlalu lebar, ujung bibir yang sangat tersenyum, pahatan rambut kasar. Kita dapat melihat yang asli tidak seperti itu, terus patahan di bahu juga nggak sesuai dengann patahan natural,” jelas Dadan.

Dadan juga menambahkan, di Banten jejak kebudayaan Budha itu nyaris tidak ada.

“Di Pasir Peuteuy belum ditemukan arca, yang ada di situs Pahoman (Pasir Peuteuy) itu berupa menhir, lengkap dengan petirtaan (mata air),” tambahnya. (Med/Red)