Beranda Teknologi Aplikasi I-Mace dan Jastani Ajak Petani Bisa Ekspor

Aplikasi I-Mace dan Jastani Ajak Petani Bisa Ekspor

Acara sosialisasi aplikasi i-Mace dan Jastani kepada petani, kelompok tani dan para pelaku usaha dibidang pertanian di Kabupaten Pandeglang, Sabtu (14/8/2021) - Foto istimewa

PANDEGLANG – Karantina Pertanian Cilegon menyosialisasikan aplikasi i-Mace dan Jastani kepada petani, kelompok tani dan para pelaku usaha dibidang pertanian di Kabupaten Pandeglang, Sabtu (14/8/2021).

Kepala Karantina Pertanian Cilegon, Arum Kusnila Dewi mengatakan bahwa
Aplikasi i-Mace (Indonesian Map of Agricultural Commodities Exports) merupakan inovasi dari Badan Karantina Pertanian sebagai aplikasi pemetaan komoditas pertanian yang berpotensi ekspor dengan pendekatan kesisteman berupa penyajian data komoditas yang terintegrasi terhadap jenis komoditas, negara tujuan, serta trend volume ekspor.

“Pada Sabtu 14 Agustus 2021 juga bertepatan dengan acara Merdeka Ekspor yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian dan akan dihadiri oleh Presiden RI. Merdeka ekspor merupakan bagian dari momentum Hari Kemerdekaan RI, sebagai bentuk apresiasi bagi pelaku usaha di bidang agribisnis dan untuk menambah semangat petani dan pemangku kepentingan pertanian nasional,” terang Arum saat membuka acara sosialisasi tersebut.

Kegiatan Merdeka Ekspor secara serentak dilakukan dari 17 pintu pengeluaran baik pelabuhan laut dan bandar udara di 17 provinsi, dengan tujuan 61 negara. Nilai ekspor pada Merdeka Ekspor kali ini diperkirakan mencapai Rp7,29 triliun dengan volume 627,39 ribu ton, berasal dari subsektor perkebunan, tanaman pangan, hortikultura dan peternakan.

“Nanti saat acara dimulai kita dapat melihat bersama-sama,” tambah Arum.

Karantina Pertanian Cilegon mencatat ada 12 komoditas pertanian baru pada periode Januari hingga 7 Agustus 2021 adalah 10 komoditas tumbuhan di antaranya sirup fruktosa dari olahan jagung tujuan Vietnam, kakao bubuk tujuan Kolombia, gula tebu tujuan Vietnam , beras ketan, cengkeh, jintan, kayu manis, kelapa parut, lada dan palet kayu meranti tujuan Jepang.

Sementara dari komoditas hewan, produk ekspor baru yang pertama kali disertifikasi ekspor melalui Karantina Cilegon adalah olahan daging unggas tujuan Kanada dan tanduk kerbau tujuan Malaysia. 12 ragam komoditas ekspor baru ini menyumbang devisa negara sebesar Rp1,7 miliar.

Kemudian, Wagimin Subkoordinator Karantina Hewan memberikan materi tentang Profil Balai Karantina Pertanian Cilegon dan dilanjutkan materi i-Mace oleh Heri Supriatna dan Jastani oleh Budi Setiawan.

Hadir dalam acara tersebut adalah petani atau kelompok tani dan pelaku usaha pertanian (pengusaha di bidang pengolahan) di antaranya adalah pelaku usaha talas beneng, penyulingan minyak cengkeh, beras merah dan hitam, vanili, kopi, olahan rempah-rempah herbal, jahe merah, melinjo, tanaman hias, padi dan jagung, melon mas, sirup fruktosa, karet lempeng dan tanduk kerbau.

(Red)

Temukan Berita BantenNews.co.id di Google News