Beranda Kesehatan Apa Iya Minum Susu Itu Bikin Gendut?

Apa Iya Minum Susu Itu Bikin Gendut?

142
0
Ilustrasi - foto istimewa IDN Times

Susu adalah minuman bergizi. Namun untuk beberapa orang, susu menjadi sesuatu yang dihindari. Khususnya untuk orang yang lagi ingin menurunkan berat badan.

Konon katanya konsumsi susu bisa bikin Anda gemuk. Apakah korelasinya? Mari kita cek apakah minum susu bikin Anda gemuk merupakan mitos atau fakta:

Hal pertama yang perlu dicatat bahwa susu mengandung banyak makronutrien yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, lemak jenuh, tidak jenuh tunggal, tidak jenuh ganda, asam lemak omega 3, dan asam lemak omega enam. Tak hanya itu, dia juga mengandung vitamin dan mineral.

“Jadi satu gelas susu lengkap dengan adanya makronutrien dan mikronutrien,” ujar Spesialis Gizi Klinis, dr. Diana F. Syganda M.Kes, Sp.GK dalam acara Kupas Tuntas Kebaikan Susu untuk Tunjang Kesehatan tubuh Frisian Flag di Jakarta dilansir medcom.id.

Dengan seperti itu, susu dapat membantu Anda untuk memenuhi kebutuhan tubuh keseharian. Sayangnya, orang melewatkan keuntungan tersebut karena menganggap susu dapat menggendutkan badan.

Menurut dr. Diana, susu tidaklah membuat Anda gendut asalkan total kalori yang Anda konsumsi tidak berlebihan. Perempuan umumnya membutuhkan kalori 1500 kalori sementara laki-laki 1700 kalori per hari.

“Dalam 350 ml susu terdapat 146 kalori yang artinya 10 persen kebutuhan harian. Jika Anda dalam sehari mengonsumsi lebih dari kebutuhan kalori per hari. Itulah yang bikin gemuk,” ujar dr Diana.

Menariknya, susu malah bisa menurunkan berat badan. Menurut penelitian International Journal of Obesity pada April 2004, kandungan kalsium dan protein susu membantu penurunan berat badan pada dewasa obese. Ini karena peran dari kalsium dan protein yang membantu menurunkan berat badan.

Dalam penelitian tersebut dua kelompok dewasa obese melakukan diet rendah kalori. Pada kelompok pertama diberikan rendah kalsium sekitar 400-500mg. Sementara di kelompok kedua diberikan tinggi kelasium sekitar 1200-1300mg.

Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa kelompok kedua lah yang justru kehilangan berat badan, lemak tubuh, dan lemak abdominal secara signifikan dibandingkan dengan kelompok pertama.

Karena itu, tak perlu diragukan lagi, Anda tidak perlu takut-takut untuk mengonsumsi susu. Jika Anda mau mengurangi kadar lemak dalam susu dan tetap mendapat nutrisi-nutrisi lain darinya, Anda bisa mencoba dengan mengonsumsi susu rendah lemak.

Ini juga bisa dibarengi dengan olahraga. Menurut penelitian yang diterbitkan jurnal Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism, minum susu setelah berolahraga adalah salah satu pilihan yang terbaik dan bermanfaat untuk pemulihan tubuh pasca-olahraga.

Menurut Dokter Timnas Sepakbola Wanita Indonesia ASIAN GAMES 2018, dr. Grace Joselini susu menjadi ideal untuk memulihkan kondisi tubuh, setelah melakukan aktivitas atau latihan yang intens.

“Saya rekomendasi munum susu setelah olahraga. Biasanya saya suka kasih para atlet susu coklat yang low fat,” ujar dr Grace.

Melalui susu, Anda bisa mendapatkan pemulihan setelah latihan seperti membuat otot berenergi dari karbo susu. Revitalisasi, membangun kembali tulang, dan otot, reoxigenisasi, dan rehidrasi. Karena itu jangan sungkan lagi untuk menambahkan susu dalam program diet dan olahraga Anda. (Red)