Beranda Peristiwa Antara Dedikasikan Ruang Jurnalistik untuk Bagus

Antara Dedikasikan Ruang Jurnalistik untuk Bagus

Peresmian ruangan di kantor LKBN Antara Banten yang akan memuat karya-karya Bagus Khoirusnnas, salah satu pewarta foto yang hilang kontak saat liputan erupsi GAK. (Audindra/bantennews)

SERANG – Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara menyiapkan ruang jurnalistik bernama M. Bagus Khoirunnas di kantor Biro Banten, Jalan Letnan Jidun, Kota Serang. Antara mendedikasikan ruangan itu untuk mengenang pewarta foto yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda.

Direktur Teknis Pemberitaan Antara, Virgandhi Prayudontoro mengatakan, direksi menggagas penggunaan nama Bagus untuk ruang rapat sekaligus ruang berkreasi bagi jurnalis.

“Kami menginisiasi salah satu ruangan yang nantinya bernama Ruang Rapat ataupun ruang berkreasi dengan nama M. Bagus Khoirunnas. Ini inisiasi dari direksi,” kata Virgandhi kepada wartawan, Senin (21/9/2026).

Antara akan memanfaatkan ruangan tersebut untuk pelatihan, diskusi, dan kegiatan jurnalistik lainnya. Jurnalis Antara maupun wartawan dari luar perusahaan dapat menggunakan ruang tersebut untuk kegiatan jurnalistik.

“Kami akan menggunakan ruangan ini untuk hal-hal yang berkaitan dengan jurnalistik, seperti pelatihan dan diskusi,” ujarnya.

Di balik penghormatan terhadap Bagus, Antara juga mengevaluasi prosedur keselamatan jurnalis setelah pewarta fotonya hilang saat menjalankan tugas.

Virgandhi mengatakan, perusahaan akan memperbaiki standar operasional prosedur (SOP) dan memperketat jaminan keamanan bagi wartawan yang bertugas di lapangan.

“Kejadian ini menjadi pembelajaran dan pengingat bersama bahwa tidak ada satu nyawa yang lebih berharga daripada berita. Kami tidak melihat ini salah siapa, tetapi menjadi evaluasi agar Antara bisa lebih baik lagi ke depannya,” kata Virgandhi.

Virgandhi juga menyampaikan permohonan maaf dan duka kepada keluarga Bagus. Ia memastikan Antara terus mendampingi keluarga pewarta foto tersebut.

“Dan ini jadi pengingat untuk kami bersama bahwa tidak ada satu nyawa berharga daripada berita,” ucapnya.

Bagus telah bekerja selama delapan tahun sebagai pewarta foto Antara. Direksi memilih namanya untuk ruang jurnalistik sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya.

Baca Juga :  Wahidin Halim Naik Pitam Pemprov Banten Disebut Gagap Bencana

Bagus menjadi satu dari delapan orang yang hilang kontak setelah berangkat dari Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, menuju GAK, Senin (7/9/2026).

Rombongan itu terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal. Selain Bagus, empat jurnalis lain yang hilang yakni Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal, jurnalis freelance.

Tiga kru kapal yang turut hilang yakni Warta (55), kapten; Surakman (60), anak buah kapal dan Heriyanto (49), pemandu.

Tim SAR menghentikan operasi pencarian pada 17 September 2026 setelah menjalankan pencarian selama tujuh hari dan memperpanjangnya tiga hari. Hingga operasi berakhir, tim SAR tidak menemukan tanda keberadaan delapan orang tersebut maupun kapal yang mereka tumpangi.

Penulis : Audindra Kusuma
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd