Beranda Pendidikan Antar Kades Haji, Siswa SDN Teras 1 Carenang Ramai-ramai Absen

Antar Kades Haji, Siswa SDN Teras 1 Carenang Ramai-ramai Absen

Suasana SDN Teras 1, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, tampak lengang tanpa aktivitas siswa. (Istimewa)

KAB. SERANG — Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN Teras 1, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, menjadi sorotan setelah berlangsung tanpa kehadiran murid. Meski demikian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang memastikan tidak ada peliburan kegiatan belajar di sekolah tersebut.

Kepala Bidang SD Dindikbud Kabupaten Serang, Abidin Nasyar, mengatakan pihaknya langsung merespons laporan dengan menurunkan pengawas ke lokasi.

“Saya langsung perintahkan pengawas untuk mengecek ke sekolah. Hasilnya, sekolah tidak meliburkan KBM, kegiatan tetap berjalan,” ujar Abidin saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, kosongnya ruang kelas terjadi karena banyak orang tua mengajak anak-anak mereka mengantar Kepala Desa yang berangkat haji. Tradisi tersebut disebut sudah menjadi kebiasaan masyarakat setempat.

“Orang tua ikut mengantar kepala desa berangkat haji, dan anak-anak ikut dibawa. Akhirnya sekolah kosong,” jelasnya.

Abidin menegaskan, tidak ada guru yang meninggalkan tugas untuk ikut keberangkatan tersebut. Seluruh tenaga pengajar tetap hadir di sekolah meski tanpa siswa.

“Guru tetap masuk. Tidak ada guru yang berangkat haji. Kondisi ini murni karena orang tua membawa anaknya,” tegasnya.

Ia mengakui, situasi ini menjadi tantangan bagi pihak sekolah karena berkaitan dengan kebiasaan sosial masyarakat.

“Ini sudah jadi kebiasaan warga. Kalau dipaksakan, bisa memicu protes. Namun, kami tetap menegaskan bahwa kegiatan belajar harus berjalan,” katanya.

Ke depan, Dindikbud akan memperketat pengawasan dan meminta pihak sekolah lebih aktif mengingatkan orang tua agar tidak mengganggu proses belajar mengajar.

“KBM harus tetap berjalan dalam kondisi apa pun. Sekolah juga harus menyampaikan kepada orang tua bahwa kegiatan belajar tidak boleh terganggu,” ujarnya.

Ia menambahkan, tingginya antusiasme warga dalam mengantar kepala desa berangkat haji membuat hampir seluruh masyarakat turut serta, bahkan menggunakan belasan kendaraan.

Baca Juga :  Infrastruktur Pendidikan Jadi Daya Dukung Menuju Indonesia Emas

“Yang mengantar cukup banyak, sekitar belasan bus atau mobil. Orang tua membawa anak-anaknya, sehingga sekolah menjadi kosong,” pungkasnya.

Penulis: Tb Moch. Ibnu Rushd

Editor: Usman Temposo