Beranda Kesehatan Angka Penderita Stunting di Pandeglang Turun 2,6 Persen

Angka Penderita Stunting di Pandeglang Turun 2,6 Persen

Kepala Dinas Kesehatan Pandeglang, Raden Dewi Setiani (kiri) saat mendampingi Sekda Pandeglang Pery Hasanudin (kedua dari kiri) dalam kegiatan review kinerja pelaksanaan KKSI integrasi stunting di Pandeglang. (Memed/bantennews.co.id)

 

PANDEGLANG – Pada tahun 2018 Kabupaten Pandeglang ditetapkan menjadi lokus intervensi stunting. Selama 2 tahun penanganan, Pemkab baru berhasil menurunkan sebanyak 2,6 persen angka penderita stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Pandeglang, Raden Dewi Setiani mengatakan, pada Agustus 2019 jumlah balita Stunting di 10 desa lokus sebanyak 213 balita atau 15,2 %. Kata Dewi, dari hasil Bulan Penimbangan Balita (BPB) 2020 bulan Agustus mengalami penurunan menjadi 12,6%.





“Banyak program yang dilakukan dalam aksi cegah stunting diantaranya pendampingan pada keluarga gizi buruk dan stunting, dan Selasa Berseri Tanpa Anemia (Sarita) untuk para remaja putri,” jelas Dewi, Selasa (12/1/2021).

Menanggapi hal itu, Sekretaris Derah Kabupaten Pandeglang Pery Hasanudin meyakini bahwa tren jumlah penderita stunting di Kabupaten Pandeglang bisa menurun setiap tahunnya asalkan dengan cara penanganan yang tepat.

“Program di tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus terintegrasi dalam pencegahan stunting, kami yakin tiap tahun akan terus menurun,” katanya.

Ia menjelaskan, angka tersebut bisa menurun asalkan semua pihak ikut berperan langsung dan program tersebut harus terintegrasi dengan baik agar penanganannya tepat sasaran.

“Misalnya Distan (Dinas Pertanian) berperan asupan gizi dari pangan lokal, DPKPP menyelesaikan masalah rumah kumuh, Dinkes masalah kesehatan, semua berbagi tugas dalam aksi cegah stunting,” tambahnya. (Med/Red)