Beranda Kesehatan Angka Korban DBD Meningkat di Tangsel, Punya Dana Rp1 M Tim Jumantik...

Angka Korban DBD Meningkat di Tangsel, Punya Dana Rp1 M Tim Jumantik Apa Kabar?

Ilustrasi - foto istimewa ohayo.co.id

TANGSEL – Terhitung sejak Januari sampai Maret 2020, korban yang terkena Demam Berdarah (DBD) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencapai 87 orang.

Jumlah tersebut merupakan angka yang fantastis bagi korban DBD di Tangsel. Artinya, penderita DBD mengalami kenaikan dari bulan-bulan sebelumnya.

Diberitakan BantenNews.co.id sebelumnya, dari 87 korban tersebut, bahkan 2 di antaranya meninggal yang terjangkit di bulan Februari 2020.

Melihat fenomena itu, seharusnya tim Juru Pemantau Jentik (Jumantik) lebih sigap untuk memeriksa jentik-jentik nyamuk di rumah-rumah warga, terlebih saat musim hujan seperti sekarang.

Dikatakan Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie bahwa, sejak Januari tim Jumantik sudah melakukan aksinya. Jika tidak, kata dia, korban DBD akan lebih dari jumlah sekarang ini.

“Saya yakin jika tidak berfungsinya Jumantik, maka korban akan lebih dari sekarang ini. Jadi ya Tim Jumantik dan Fooging sudah turun,” terang Ben, Rabu (11/3/2020).

Ben mengatakan, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel sedang mendorong Jumantik untuk dijadikan sebuah yayasan, karena sampai sekarang Jumantik masih swadaya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel, Deden Deni menyebutkan bahwa, Jumantik sendiri ada anggarannya untuk operasional, namun tidak terlalu besar.

“Anggaran ada, tapi gak terlalu besar lah. Kan ini program dari P2, jadi tidak hanya jumantik saja, tapi untuk program lain. Ada sih anggarannya, ya sekitar Rp1 miliar lebih,” pungkasnya.

(Ihy/Red)