SERANG– Ketua Komisi II DPRD Provinsi Banten, Iip Makmur, meminta Dinas Pertanian (Distan) Banten lebih proaktif melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban, khususnya yang didatangkan dari luar daerah. Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan hewan yang masuk ke Banten dalam kondisi layak dijadikan kurban.
“Distan harus lebih pro aktif untuk memeriksa hewan kurban, terutama dari luar Banten,” kata Iip, Selasa (13/5/2026).
Ia menekankan, pemeriksaan ketat penting dilakukan karena sebagian besar hewan kurban berasal dari luar Banten. Data evaluasi tahun 2025 menunjukkan Banten masih mengalami defisit hewan kurban. Dari total kebutuhan, peternak lokal hanya mampu memenuhi sekitar 19 persen pasar, sehingga pemerintah daerah harus mendatangkan puluhan ribu ekor ternak dari luar provinsi.
“Saya membaca data dari Distan untuk hewan kurban, seperti sapi, kambing, domba itu masih defisit,” ujarnya.
Iip menegaskan, pemeriksaan ini juga bertujuan mencegah masuknya penyakit menular pada hewan yang bisa menular ke manusia. “Meskipun kasusnya sudah tidak ada, tapi tetap kita harus waspadai penyakit hewan yang bisa menular ke manusia,” tambahnya.
Selain itu, ia juga meminta Distan melakukan analisis data lebih mendalam, tidak hanya soal jumlah hewan, tapi juga efektivitas lokasi penjualan. “Kami meminta pendataan yang maksimal agar data tahun 2026 lebih akurat. Kita perlu tahu apakah ada perkembangan populasi atau tetap defisit. Selain itu, informasi penyebaran hewan kurban harus merata agar tidak ada pedagang yang lokasinya sepi sementara di daerah lain justru kekurangan stok,” tuturnya.
Iip menekankan, defisit hewan kurban menjadi sinyal bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sektor peternakan lokal, agar Banten tidak terus bergantung pada pasokan dari provinsi lain. “Meskipun sentra produksi berada di wilayah Lebak dan Pandeglang, namun ini belum bisa memenuhi stok kebutuhan hewan di Banten,” katanya.
Penulis: Audindra Kusuma
Editor: TB Ahmad Fauzi
