Beranda Pemerintahan Anggota DPRD Banten Soroti Kinerja Bapenda dalam Genjot Pendapatan

Anggota DPRD Banten Soroti Kinerja Bapenda dalam Genjot Pendapatan

Wakil Ketua Komisi III DPRD Banten Dede Rohana Putra. (Audindra/bantennews)

SERANG-Kinerja Badan Pendapatan Daerah atau Bapenda Provinsi Banten mendapat sorotan DPRD Banten. Realisasi pendapatan daerah dinilai masih rendah meski pemerintah sedang menggelar program pemutihan denda pajak.

Data Bapenda Banten yang dipublikasikan di Instagram mereka menunjukkan realisasi pendapatan daerah hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp5,54 triliun atau 54,97 persen dari target Rp10,08 triliun. Angka itu hanya bertambah sekitar Rp293,70 miliar dibandingkan realisasi pada 14 Agustus 2026 yang mencapai Rp5,24 triliun sebelum program pemutihan pajak digelar. Dengan demikian, realisasi pendapatan daerah hanya bertambah 2,92 persen dari target tahunan.

Kinerja serupa terlihat pada Pendapatan Asli Daerah atau PAD. Pada 14 Agustus 2026, realisasi PAD tercatat Rp3,828 triliun atau 51,09 persen dari target Rp7,494 triliun.

Hingga 31 Agustus 2026, realisasi PAD meningkat sekitar Rp149,8 miliar menjadi Rp3,978 triliun. Pertambahan tersebut setara sekitar 2,01 persen dari target PAD tahun ini.

Pada pos Pajak Kendaraan Bermotor atau PKB, realisasi per 14 Agustus 2026 mencapai Rp1,209 triliun atau 50,40 persen dari target Rp2,398 triliun. Hingga 31 Agustus, penerimaan PKB bertambah sekitar Rp85,19 miliar atau 3,55 persen.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Banten Dede Rohana Putra meminta kondisi tersebut segera dievaluasi. Menurut dia, Bapenda perlu mencari strategi baru untuk menggenjot penerimaan pajak di tengah kondisi ekonomi yang belum bergairah.

“Ya kita pahami bahwa memang saat ini dengan kondisi ekonomi yang saat ini kurang bergejolak akan pertumbuhan ekonomi. Jadi, pembayaran pajak dari masyarakat tuh memang agak menurun,” kata Dede, Rabu (3/9/2026).

Namun, menurut Dede, kondisi ekonomi tidak bisa menjadi alasan pemerintah daerah untuk mengendurkan upaya mengejar target pendapatan. Pajak, kata dia, merupakan sumber penting untuk membiayai pembangunan daerah.

Baca Juga :  Emban Misi Kemanusiaan, Tim INASAR Bertolak ke Lokasi Gempa Myanmar

“Maka untuk itu kami meminta kepada Bapenda untuk terus melakukan terobosan-terobosan, mencari ide-ide, gagasan-gagasan baru, bagaimana caranya supaya di tengah kondisi ekonomi hari ini pendapatan pajak tetap meningkat atau minimal stabil untuk menopang pembangunan daerah,” ujarnya.

Dede menilai angka tersebut menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Bapenda, termasuk program dan sumber daya manusianya.

“Iya, makanya ini harus kita evaluasi, harus. Baik evaluasi programnya, baik SDM-nya. Saya kira kalau tidak mencapai target, san malah menurun, saya kira ini wajib dievaluasi. Evaluasi program maupun evaluasi struktur, evaluasi personalnya, gitu,” tegasnya.

Ia mengatakan pemerintah daerah tetap membutuhkan pendapatan untuk menjalankan pembangunan. Karena itu, Bapenda dituntut tidak berhenti mencari cara untuk meningkatkan penerimaan.

“Kita kan dalam melakukan pembangunan mah tidak mau tahu, ketika ada pembangunan ya harus ada uang, harus ada pendapatan, gitu. Kalau kita mencari-cari alasan, semua orang juga punya alasan,” katanya.

Menurut Dede, strategi meningkatkan penerimaan tidak cukup mengandalkan program pemutihan denda pajak. Bapenda perlu memperkuat pendekatan langsung kepada masyarakat melalui jemput bola, sosialisasi, edukasi, dan pendekatan persuasif.

Upaya tersebut, kata dia, penting agar masyarakat memahami hubungan pembayaran pajak dengan kemampuan pemerintah membiayai pembangunan dan pelayanan publik.

“Kami memahami itu, menyadari itu (alasan yang menjadi tantangan Bapenda), tapi bukan berarti kita harus menyerah dengan keadaan. Tapi bagaimana mengoptimalisasi, bagaimana mencari ide baru, gagasan baru, cara baru dalam rangka supaya pendapatan daerah ini tetap stabil untuk membiayai pembangunan,” tuturnya.

Dede meminta Bapenda bekerja lebih maksimal untuk mengejar target pendapatan daerah. Menurut dia, capaian penerimaan yang belum optimal membutuhkan respons yang lebih cepat dan strategi yang lebih kreatif.

Baca Juga :  Ekonomi Kreatif Masa Depan Investasi di Banten

“Tentu mereka (Bapenda) harus bekerja lebih keras lagi, lebih cerdas lagi, lebih gesit lagi, lebih giat lagi, lebih rajin lagi,” kata Dede.

BantenNews.co.id telah mencoba menghubungi Kepala Bapenda Banten Berly Natakusumah melalui pesan dan telepon WhatsApp untuk menanyakan mengenai data tersebut dan proyeksi meningkatkan pendapatan untuk capai target menjelang akhir tahun. Namun hingga berita ini ditulis Berly belum merespons.

Penulis: Audindra Kusuma
Editor: TB Ahmad Fauzi