LEBAK — Anggota DPR RI dari Komisi X, Ade Rosi Khoerunnisa, bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar bimbingan teknis peduli kesehatan mental dan pendidikan anak dalam keluarga. Kegiatan ini menekankan pentingnya penguatan deteksi dini, dan dilaksanakan di Hotel Maris, Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Selasa (5/5/2026).
Ade Rosi menjelaskan, kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi pendidikan saat ini, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga, di mana remaja semakin rentan mengalami gangguan kesehatan mental.
“Kesehatan mental harus terdeteksi sejak dini. Tidak ada gunanya mengejar nilai akademik jika kesehatan mental tidak memadai,” ujarnya saat ditemui usai acara.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), satu dari tujuh remaja mengalami masalah kesehatan mental.
“Isu yang sangat mengkhawatirkan saat ini adalah meningkatnya kasus bunuh diri,” tambahnya.
Menurutnya, persoalan tersebut harus ditangani secara serius karena berpotensi mengancam masa depan generasi bangsa. Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam keluarga untuk meminimalisir risiko tersebut.
“Korban harus berani melapor dan tidak takut untuk bersuara (speak up),” tegasnya.
Sementara itu, peneliti BRIN, Sri Idaiani, menyampaikan bahwa kesehatan mental anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh orang tua di rumah.
“Orang tua memiliki peran besar dalam membentuk kesehatan mental anak. Jika mental orang tua tidak baik, maka pengasuhan anak juga akan terganggu,” ujarnya.
Penulis: Sandi Sudrajat
Editor: Usman Temposo
