SERANG– Efisiensi anggaran turut berdampak pada pengadaan buku di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan atau DPK Provinsi Banten. Tahun ini, anggaran yang tersedia hanya cukup untuk membeli sekitar 600 eksemplar buku.
Kepala DPK Provinsi Banten Usman Assiddiqi Qohara mengatakan anggaran pengadaan buku tahun ini berada di kisaran Rp90 juta. Jumlah tersebut, kata dia, masih berpotensi berubah jika kembali terkena efisiensi.
“Pengadaannya di bulan Juni, itu juga kalau enggak kena efisiensi lagi,” kata Usman, Senin (25/5/2026).
Meski begitu, Usman menyebut DPK Banten tidak tinggal diam. Saat ini, koleksi buku yang dimiliki masih sekitar 297 ribu eksemplar. DPK juga menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak, antara lain Bank Indonesia dan penerbit, untuk menambah koleksi bacaan.
“Kami berusaha bentuknya untuk sosialisasi langsung kepada masyarakat dengan komisi V DPRD Banten,” ujarnya.
Usman mengatakan DPK Banten akan lebih menitikberatkan program pada sosialisasi literasi. Kegiatan itu dilakukan dengan berkeliling ke sejumlah daerah di Banten untuk mengampanyekan pentingnya membaca kepada masyarakat.
Selain itu, DPK terus berupaya menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik yang nyaman dikunjungi. Strategi ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung, terutama anak-anak, agar betah berada di perpustakaan.
“Kita meyakinkan bahwa anak anak mau baca karena orang baca itu jadi cerdas dari cerdas jadi berdaya,” ucapnya.
Penulis: Audindra Kusuma
Editor: TB Ahmad Fauzi
