Beranda Sosial dan Budaya Ancaman Sampah Plastik di Kota Serang

Ancaman Sampah Plastik di Kota Serang

458
0
Sampah tampak menumpuk di Jalan Protokol Kota Serang - Foto Qizink/BantenNews.co.id

SERANG – Keberadaan plastik yang mulanya dibuat untuk memudahkan kehidupan manusia, kini telah menjelma menjadi sebuah ancaman. Jumlah produksi dan konsumsinya yang meningkat, pada akhirnya mengubah plastik menjadi sampah yang tidak terkelola dengan baik.

Dilansir dari National Geographic, Indonesian Environmental Scientists Association (IESA) menungkapkan adanya kenaikan tajam pada timbulan sampah secara nasional sekitar 23 ton per hari di bulan Maret ke Mei, sebesar 70% dibandingkan dengan sebelum pandemi. Hal ini jugalah yang terjadi di Kota Serang.

Persoalan sampah, terlebih sampah plastik belum dapat dituntaskan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang. Jumlah produksi sampah rumah tangga dan jenis lainnya di Kota Serang mencapai 750 ton per hari dan sampah plastik menjadi penyumbang terbesar.







Kendati demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang hingga saat ini belum memberlakukan upaya pelarangan penggunaan plastik, lantaran belum adanya payung hukum baik dari Peraturan Daerah maupun Peraturan Walikota yang melarangnya.

Berdasarkan pantauan BantenNews.co.id, Selasa (15/9/2020), sebaran sampah, terlebih plastik masih banyak ditemukan di beberapa titik jalanan sepanjang Kota Serang, seperti di daerah Kaujon, Royal, Lopang, dan Kawasan Pasar Lama.

Penggunaannya pun, terutama kantong plastik, masih menjadi hal umum yang dapat dijumpai di masyarakat, mulai dari pedagang, toko, ritel, pasar tradisional, hingga pasar modern.

Hesa (25), seorang pegawai toko di Kawasan Pasar Lama, mengatakan memang di toko tempat ia bekerja belum ada perintah pemberhentian penyediaan kantong plastik.
“Kita sebagai pegawai ngikut bos aja gitu. Sampe sekarang belum ada perintah, jadi kita masih stok. Toko yang lain juga sama. Pembeli kan juga pada ga bawa kantong, karena mikirnya pasti dikasih (oleh toko),” ujarnya.

Sementara itu, Fitroh (25), seorang pengunjung ritel modern mengaku belum bisa lepas dari penggunaan kantong plastik, terlebih ketika berbelanja. “Ribet sih ya kalau bawa kantong sendiri, terus kadang kan kita ga tau belanjaan kita berapa banyak, takutnya gak cukup kantongnya. Jadi ambil aman aja pake plastik yang udah dikasih dari tempat beli,” katanya.

Respons serupa juga diungkapkan Ziya (18), yang ditemui hendak pergi selepas belanja. Ia mengungkapkan masih sering menggunakan kantong plastik. Namun, kini tengah mulai untuk mengendalikan penggunaannya.
“Masih sering banget pakai, apalagi kantong (plastik) ya. Kadang kalau lagi inget dan belanjaan dikit, pernah sih bawa kantong sendiri. Cuma ya itu, masih jarang,” ungkapnya.

(Afifah/mg/red)