Beranda Gaya Hidup Anak yang Dibesarkan oleh Ibu Pekerja Berdampak Positif Saat Dewasa

Anak yang Dibesarkan oleh Ibu Pekerja Berdampak Positif Saat Dewasa

1241
0
Ilustrasi - foto istimewa

SERANG – Anak yang dibesarkan oleh ibu yang bekerja disebut memiliki berbagai manfaat bagi anak perempuan maupun laki-laki di masa depan.

Melansir dari suara.com jaringan BantenNews.co.id, sebuah tim peneliti dari Amerika Serikat dan Inggris menganalisis data lebih dari 100.000 pria dan wanita di 29 negara untuk menentukan apakah status pekerjaan seorang ibu memiliki hubungan dengan hasil anak-anaknya di masa dewasa.

Ternyata, penelitian menunjukkan bahwa anak perempuan yang dibesarkan di rumah dengan ibu yang bekerja cenderung tumbuh memiliki karir yang sukses saat dewasa. Sementara anak laki-laki dengan ibu yang bekerja akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarga saat dewasa.





Temuan ini diterbitkan pada bulan April 2018 di jurnal Work, Employment, and Society. Beberapa penelitian pendahuluan dirilis pada tahun 2015.

Meskipun penelitian ini dimaksudkan untuk mengukur ibu bekerja dan pengaruhnya pada anak di masa depan, namun para peneliti menegaskan bahwa anak yang dibesarkan dengan ibu yang berada di rumah juga memiliki banyak manfaat positif.

“Penelitian ini tidak mengatakan bahwa anak-anak dari ibu yang bekerja adalah orang yang lebih bahagia atau lebih baik,” kata Kathleen McGinn, seorang profesor di Harvard Business School dan penulis utama studi ini.

“Apa yang dikatakannya adalah anak perempuan lebih cenderung bekerja dan memegang tanggung jawab dan anak laki-laki akan menghabiskan lebih banyak waktu di rumah,” tulis para peneliti.

Studi ini mengandalkan data yang dilaporkan dari dua survei sosial lintas-nasional bertajuk, “Peran Keluarga dan Perubahan Jender”. Survei tersebut merupakan Program Survei Sosial Internasional dari tahun 2002 hingga 2012.

Para peneliti menemukan, bahwa anak perempuan yang dibesarkan oleh ibu bekerja 1,21 kali lebih besar akan dipekerjakan saat dewasa daripada yang dibesarkan ibu tidak bekerja.

Perempuan yang dibesarkan oleh ibu yang bekerja memiliki kemungkinan 1,29 kali lebih besar untuk mengawasi orang lain di tempat kerja, menghabiskan sekitar 44 menit tambahan di pekerjaan, dan melaporkan pendapatan tahunan yang jauh lebih tinggi.

Di antara laki-laki, status pekerjaan seorang ibu bukan merupakan prediktor signifikan terhadap hasil pekerjaannya.

Sebaliknya, pria yang dibesarkan oleh ibu yang bekerja menghabiskan sekitar 50 menit tambahan setiap minggu untuk merawat anggota keluarga mereka daripada mereka yang ibunya tidak bekerja.

Data Generations and Gender Program juga menunjukkan bahwa laki-laki yang dibesarkan oleh ibu yang bekerja sedikit lebih banyak terlibat dalam merawat anak.

(Red)