Beranda Gaya Hidup Anak Tidak Suka Sayur? Bisa Jadi Hal Ini Penyebabnya

Anak Tidak Suka Sayur? Bisa Jadi Hal Ini Penyebabnya

Ilustrasi - foto istimewa detik.com

SAYURAN menjadi makanan yang penting untuk dikonsumsi. Namun banyak anak-anak yang tidak menyukai sayur. Hal ini tentunya sangat berisik bagi si anak karena kekurangan serat sejak kecil ternyata lebih berisiko terkena penyakit diabetes ketika dewasa. Sebelum mencari siasat untuk mengatasi anak yang susah makan sayur, sebaiknya kita pahami terlebih dahulu hal apa yang membuat anak tidak menyukai sayur.

Penyebab seseorang tidak menyukai sayur ternyata bisa dipicu melalui gen. Menurut Jennifer L. Smith, Ph.D., R.N., penulis studi dan rekan postdoctoral dalam ilmu kardiovaskular di University of Kentucky School of Medicine di Lexington, genetika ternyata dapat memengaruhi bagaimana cara seseorang mencicipi suatu makanan dan rasa merupakan faktor penting dalam pilihan makanan

“Anda harus mempertimbangkan bagaimana rasanya jika Anda benar-benar ingin pasien Anda mengikuti pedoman nutrisi,” ujar Smith dalam artikelnya yang berjudul ‘Sensitivity to bitter tastes may be why some people eat fewer vegetables’.

Manusia dilahirkan dengan dua copy gen rasa, disebut TAS2R38. Orang-orang yang mewarisi dua copy varian yang disebut AVI tidak sensitif terhadap rasa pahit dari bahan kimia tertentu. Mereka yang memiliki satu copy AVI dan satu lagi yang disebut PAV merasakan rasa pahit dari bahan kimia ini, namun, individu dengan dua salinan PAV, sering disebut “perasa super”, menemukan makanan yang sama sangat pahit.

“Berbicara tentang tingkat pahit. Orang-orang ini cenderung menganggap brokoli, kecambah brussel, dan kubis pahit yang tidak menyenangkan; dan mereka mungkin juga akan bereaksi negatif terhadap cokelat hitam, kopi,” kata Smith.

Lalu bagaimana cara untuk menyiasati agar dapat menyukai sayur? Seorang profesor dan doktoral gizi di Universitas Stanford, Christopher Gardner mengatakan tidak ada cara khusus untuk menyukai sayur. “Agar suka tentu saja harus sering merasakan rasa makanan tersebut,” kata Gardner.

Senada dengan Gardner, Catherine Brennan yang merupakan seorang dietisien mengatakan untuk menyukai sayur harus melatih lidah. Menurutnya faktor seperti genetika, budaya, lingkungan, dan pengasuhan berperan mengembangkan selera.

“Coba 10 kali sebelum benar-benar memutuskan bahwa anak tidak menyukai itu. Ini untuk anak-anak, bagi yang sudah dewasa paksa diri sendiri dan berlatih menyukai sayur dan buah. Lidah tidak terbuat dari batu,” ucapnya.

Tidak hanya dapat mengakibatkan penyakit di masa mendatang tapi orang-orang yang tidak menyukai sayur dan buah cenderung memiliki kulit yang kusam, suasana hati menjadi buruk, dan badan selalu merasa kelelahan. (Nin/Red)